Terjebak Cinta Terlarang
“Mulutmu, Ndra. Sudah seperti buaya yang nyasar ke darat.”
Keduanya pun terus melempar canda di bawah langit yang berwarna jingga hingga Danendra meyelesaikan lukisannya.
“Sunset di sini sangat indah, ya, Ndra.”
“Semakin indah karena ada kamu.”
“Yah, si buaya kumat lagi,” dengkus Maharatu yang melempar wajah Danendra dengan pasir.
“Wah, nantangin, nih, cewek.” Danendra menggenggam pasir hendak dilemparkan pada Maharatu. Namun, Maharatu buru-buru bangkit dan berlari.
Hot Chapters