MEMBUNGKAM MULUT IBU TIRI
sahutnya nyaris tanpa ekspresi.
Mengusap dada, aku berusaha menahan gejolak di dalam sana. Satukesalahan yang kuperbuat rupanya berimbas banyak pada kehidupan ini. Entahdengan cara apa aku bisa mendapat maaf darinya.
“Aku sadar aku salah! Tapi apa begini caramu berumah tangga?Jika masih belum bisa memaafkan, marahi saja aku, Mas! Hujat juga dengan seribucaci maki. Kalau perlu, pukul aku sepuasmu. Tapi setelah itu, tolong berikan maafmu!Jangan abaikan aku begini. Aku enggak kuat, Mas!” mohonku memelas.
Hot Chapters