The Iron City
Dia berhenti, terpaku dicengkram kengerian.
Tiba-tiba dia bagaikan kembali ke Yugoslavia dan bisa mendengar desing suara bom. Dia memjamkan matanya dengan erat. Tetapi mustahil mengusir bayang-bayang mengerikan itu, dari pikirannya. Langit di timur, seolah terbakar. Suara dentum mortir, ledakan bom dan senapan otomatis seolah menulikan telinga. Bau amis darah bercampur bau bubuk mesiu menggumpal di udara.
Dari jarak yang sedikit jauh, terdengar suara laki-laki berkata, “Anda baik-baik saja, Mademoiselle?”
الفصول الرائجة