Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pulang

Pulang

Angga menarik tangan milik sang gadis kecil dan melingkarkan ke tubuhnya. " . . . " Yora, mengangkat wajahnya melihat pada sang kakak. " Berpeganglah, " ucap Yotta, diikuti tangan kecil yang dengan ragu melingkar di tubuh si pria tampan. Setelah semua siap kendaraan itu mulai bergerak, melaju pelan di tengah jalan berkerikil menuju pasar dimana pengepul sayur menunggu hasil panen dari para petani.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as passage
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Apa passwordnya? Passwordnya yaitu berupa catatan pribadi. Seperti buku diary. Yang berisi tentang materi yang dijelaskan oleh Mr. Lala hari ini. Juga berisi tentang kegiatan yang terjadi di dalam kelas hari ini. Buku password itu beliau sebut "class review". Kalau mahasiswa lupa membawa class review ini. Maka jangan harap bisa masuk kelas dan mengikuti mata kuliah writing. ***
104.6K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as passage
Read
+Library
Contradiction

Contradiction

Juga, terdengar panggilan cukup kencang. "Pa-papa?" Aruna bertemu lagi dengan Daffa, tetapi dengan kondisi berbeda. Yaitu, lupa sejenak dengan ingatan baru di mana perseteruan dengan Brian terjadi dan menyebabkannya kecelakaan. Ketika Arsen keluar bersama Daffa dalam gendongannya, terus mengamati. Anehnya sudah tidak ada rasa cemburu, atau sakit. Karena Aruna sudah merasakannya ketika masih ingat, sekarang hanya terulang dengan cara berbeda.
106.1K viewsOn holdAdded to Library 181 Times as passage
Read
+Library
TRUST

TRUST

Kepala pelayan itu pun mengangguk. “Tunjukkan adikku ruangannya. Siapkan apapun yang dibutuhkan,” perintah Celine. Kemudian ia menoleh pada adiknya. dan mengeluarkan sebuah kartu kredit berwarna hitam. “Gunakan semua uang yang ada disini semaumu. Jika kau perlu apa-apa, tinggal katakan pada pelayan.” Caroline menerima black card itu. Dia tak mampu menyembunyikan perasaan senangnya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as passage
Read
+Library
Contradiction

Contradiction

Saat itu, Cecil menunggu Adrian, yang sedang mengambil motornya di parkiran. Biasanya, para siswa memang memilih melewati pintu belakang sekolah saat pulang. Pintu belakang memang menuju langsung dengan jalan raya yang bisa mereka lewati. Tapi, sebelum sampai ke jalan raya, para siswa biasa melewati lorong sempit yang diapit dinding pembatas sekolah dan perumahan warga.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as passage
Read
+Library
DEATH

DEATH

“Sebenarnya apa yang akan terjadi?” Ia merasa sangat cemas akan sesuatu. Baru kali ini ia merasa sangat cemas bahkan lebih cemas daripada ketika mereka menghadapi ras iblis. Ia menebak bahwa akan ada pertempuran yang sangat besar yang akan terjadi dalam waktu dekat. Ia bisa merasakan hal tersebut dikarenakan ia memiliki skill yang bernama [Envisage]. Skill itu bisa membuat pemilik skill bisa merasakan masa depan, tetapi bukan melalui penglihatan melainkan dengan perasaan. Tetapi tidak sepenuhnya akurat karena bisa jadi apa yang ia rasakan itu adalah perasaan yang ia rasakan secara pribadi bukan dikarenakan skill itu.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as passage
Read
+Library
Exit

Exit

“Bye, Olin.” April melambaikan tangan singkat, menutup kembali kaca mobil, menyuruh sopirnya untuk menjalankan mobil. Aku menghela nafas pelan, menatap mobil yang ditumpangi April hingga hingga di kelokan jalan sana. ***
102.7K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as passage
Read
+Library
The Change

The Change

Ia sudah berusaha melewati, sayangnya tidak ada respon dari kedua laki-laki itu yang tidak lain adalah Rey dan Denuka. "Eh ... Kak, Mas, Bang, misi mau lewat." Begitu izin Tarisha yang sama sekali tidak mendapatkan respon. "Saya mahasiswi baru, mau masuk kelas. Tolong kasih jalan dong," pintanya hingga masing-masing kaki kanan dari kedua laki-laki itu dilangkahkan sedikit ke belakang.
9.82.1K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as passage
Read
+Library
Choice

Choice

Ting tong Bel apartemen berbunyi. Reihan pamit untuk membuka pintu. Seorang wanita dengan mini dress coklat muda berdiri di depan pintu apartemennya. Reihan tersenyum senang menyambut kedatangan kekasihnya. “Kok, nggak kasih tahu kalau mau datang?” membuka pintu lebih lebar. “Tadi aku ke rumah teman, terus aku pengin ketemu kamu, kangen.”
102.1K viewsOngoingAdded to Library 72 Times as passage
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status