A Choice
Benar, awalnya ia memang sedih, namun lama-lama rasa sedihnya itu menjadi rasa kesal dan benci, ia tidak suka saat Ibunya terlihat lemah dan Ayahnya jadi memperlakukannya dengan semena-mena.
Masalah di rumahnya itu membuat Destiny sensitif, ia mudah marah pada hal sekecil apapun dan dalam hatinya selalu bertekad, ia tidak akan menjadi lemah dan memegang prinsip bodoh milik Ibunya. Anak yang dulu memiliki sifat periang dan pemberani itu menjadi anak yang suram dan pemarah, membuatnya dijauhi oleh teman-temannya.
Hot Chapters