Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Berandalan Sekolah

Suamiku Berandalan Sekolah

Adelio menepuk pundak Pasya. Pasya melirikku cemberut. "Berkat cewek lo, biasanya yang menang Angga. Dia nyemangatin gue cuy," seru Pasya, bahkan di soraki temannya. Ada dari mereka heboh, banyak berkomentar seperti ini. "Keliatan banget, Pasya. Lo naksir ya." "Parah, cukup nyalip di jalanan aja. Jangan sampe pacar orang lo nyalipin juga."
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Pria di Masa Lalu

Pria di Masa Lalu

Yang terdengar kini suara napas tertarih dan milik mereka yang saling beradu, bahkan ranjang yang menjadi alas mereka berderit karena peraduan mereka. "Dhan ... lebih ... cepat ...!" Dhani yang mengerti bahwa Ariel akan mengalami puncaknya pun semakin cepat menghentakkan miliknya. Ariel memeluk erat tubuh Dhani dan menaikkan pinggulnya. Pinggul Ariel bergetar hebat hingga ke kakinya, tanda ia mengalami klimaksnya. Dhani berhenti sejenak lalu ia kembali menggerakkan miliknya.
1.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Sisa Rasa

Sisa Rasa

“Boleh.” “Tapi coba dulu,” tambah Papa. Disaat itu, Dika tiba-tiba lewat di depan pintu sambil bawa roti. "Loh? Sudah mulai perjodohan?” katanya santai. Selin melotot. “Kak jangan sok polos deh.” Dika mendekat, menepuk kepala Selin. “Adek jangan drama. Siapa tahu orangnya cakep.”
10708 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Rentenir Duda Itu Suamiku

Rentenir Duda Itu Suamiku

Tiga cangkir teh mengepulkan asap, tak lupa ada juga dua toples kecil berisi biskuit buatan Bi Asih yang sudah di pastikan lolos uji rasa oleh lidah Batari. Melihat kedatangan Puspa, Hakam langsung menatap matanya dan mengirimkan sinyal tertentu. “Orang yang akan jadi pasanganku ada disini,” jawabnya santai sambil menatap kedua orangtuanya secara bergantian.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Masa Lalu Yang Belum Usai

Masa Lalu Yang Belum Usai

Pasti besok mereka juga akan menagih untuk kembali ke tempat makanan manis itu berada. “Jangan pelit-pelit. Istri itu jadi pembuka rezeki suaminya tau,” komentar Vita yang sejak tadi menyimak dan mendengarkan nada ketus Bima seraya melahap es krim yang dibelinya.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Pikir Dimas "Gadis yang lucu.". Dimas menggelengkan kepalanya. Sekilas, ia merasa seperti pernah melihat wajah perempuan itu. Ah, mungkin hanya mirip. Banyak orang berwajah mirip di dunia ini, pikirnya lagi. Kemudian dia berjalan menyusul rombongan Harris yang berjalan menuju took camera CCTV. Dimas kembali melangkah membersamai bossnya yang sedang menunggu penjelasannya.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 22 A Oleh: Kenong Auliya Zhafira Mendapat jawaban tidak sesuai atas perasaan pasti cukup membuat dada sesak kepanasan. Bahkan raga seakan tertusuk sembilu. Perih. Apalagi tidak ada alasan menguatkan untuk sebuah penolakan. Semisal ada alasan yang pasti pun hanyalah sebuah pembelaan agar bisa lari dari suatu hubungan. Sungguh, hal itu adalah suatu kesedihan bagi seorang jiwa yang tengah mengubah masa pendekatan menjadi kepemilikan satu ikatan.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 319 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Kembali Padamu

Kembali Padamu

drrrtttt drrrtttt Ponsel yang ia genggam bergetar, membangunkan lamunannya. Lalu, matanya terfokus pada notif w******p di layar ponsel itu. Gewa : Aku tau tadi pagi kamu tidak sakit kepala sungguhan. Kamu sengaja berbohong pada suamimu untuk menghindar dariku. (Itulah bunyi pesan yang baru saja dikirim oleh mantan kekasihnya).
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
DARI BENCI JADI PASUTRI

DARI BENCI JADI PASUTRI

“Lepasin nggak!” “Yakin?” tanya Utara memastikan. Karena jelas, gadis itu sedang tidak berpikir jernih. “Yakin. Lepasin!” tuntut Casa. Dan, BUGG Tubuh Casa mendarat dengan kasar di kasur atas perintahnya, yang ternyata kemudian dia sesali itu.
101.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Kalau Cinta, Pasti Sayang

Kalau Cinta, Pasti Sayang

Erino menyipitkan matanya, "Apa katamu?" Mayat? Kremasi? Hesti mengulangi ucapannya dengan acuh tak acuh, "Aku bilang mayat Mirna perlu dikremasi dan butuh tanda tanganmu." Erino jelas tidak mempercayainya, dia bertanya balik dengan serius, "Apakah pertunjukkan ini sangat menyenangkan?" "Pertunjukkan atau bukan, kamu akan tahu setelah kamu kemari." Selesai bicara, Hesti menutup telepon.
7.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai pasti pas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status