Terbukanya Gerbang Keadilan
Jamal memang tak biasa menggunakan tameng saat bertarung, dia malah lebih terbiasa menggunakan dua pedang ketimbang menggunakan tameng.
‘Mungkin ini sudah waktuku,' batin Jamal,
Dengan segera Jamal mengayunkan pedangnya ke segala arah, dia sadar kematiannya tak akan lama lagi, dia hanya berusaha menebas musuh sebanyak mungkin.
Melihat ada asap yang membumbung tinggi di jauh sana, membuat Sultan Umar meneteskan air mata, dia merasa gagal menjadi pemimpin.
‘Tiga kali aku membuat pasukanku dalam bahaya,' batin Sultan Umar.
Hot Chapters