Takdir sang Nona Pewaris
Luderin dan Linira datang, menggunakan pakaian khas keluarga Hideria yang artinya Luderin mengambil posisinya sebagai penguasa keluarga Hideria, dan Linira menjadi pengantinnya.
Linira dan Luderin mendekat, saling melempar senyum.
“Setiap hari sudah dicekoki racun, sebentar lagi pasti mati.”
Linira dan Luderin tertawa, menikmati penderitaan Suran tengah meregang nyawa.
“Aku bersumpah,” bisik Suran, “jika ada kehidupan selanjutnya, setiap amarah dan rasa sakit ini akan ku balas sejuta kali lebih menyakitkan.”