Nala dan Mas Juragan
Tak lama kemudian, deru mesin mobil terdengar berhenti tepat di depan warung.
Nala mengintip ke luar. Begitu mengenali mobil pikap yang biasa digunakan Hanggara untuk mengantar beras, senyumnya mendadak terbit. Ia teringat pesan ayahnya kemarin yang meminta stok beras dikirim lebih cepat. Nala bergegas lari ke luar, siap menyambut laki-laki yang ia tunggu kabarnya hari ini. Namun, langkahnya mendadak kaku dan senyumnya luntur seketika. Bukan Hanggara yang turun dari kemudi, melainkan Pandu, salah satu karyawannya.
Nala berusaha menyembunyikan kekecewaannya, meski bahunya merosot lesu. Ia memaksakan senyum tipis saat Pandu menyapa dirinya dan Pak Bakti.
Bab Populer