Istri Pelit Bin Medit
jawab seseorang yang sangat kukenali suaranya, Tami.
"Ada apa memangnya?"
"Pelet yang Mbah kirim untuk suamiku, sudah lama luntur lho, Mbah," jawab Tami yang membuat darahku seketika mendidih. Ternyata benar, Tami selama ini menggunakan pelet padaku.
Aku memberi isyarat ke Radi, agar segera merekam pembicaraan Tami dengan orang yang berada di dalam. Radi langsung cepat tanggap dan menyalakan ponselnya dalam mode merekam.