Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Satu Malam Bersama Sang Pewaris

Satu Malam Bersama Sang Pewaris

balasan pedas bagaikan cabai rawit dan ketus menjadi konfirmasi lebih konkret mengenai identitas wanita itu, hal yang sangat Dylan rindukan. Semua menatap panik dan shock melihat kelancangan wanita asing itu, tetapi bukannya marah malah Dylan menarik perempuan asing itu kedalam pelukan hangat nya dan menghirup dalam aromah tubuh nya, jika saja Daylan tidak bisa membaca pergerakan perempuan itu dengan baik mungkin saja dia sudah berakhir di tendang, tetapi poor Laysa semua tindakan dan langkah yang seolah telah terbaca membuat wanita itu tak bisa melawan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Udara malam mulai dingin, tapi tak sekalipun menyurutkan upaya Kang Arya untuk segera menuntaskan segala unek-unek akan rasa keingin tahuannya itu. Kembali ia menuturkan detail yang menceritakan tentang kelompok yang masih terhitung baru ada itu. Berawal saat penjabaran tentang profil mereka. Dimana istilah 'klenger' sendiri jika diartikan adalah suatu keadaan saat orang sedang mabuk. Dalam konteksnya mereka selalu mengajak para pemuda sekitar untuk sama-sama bersenang-senang sambil mabuk.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Cinta Suci Kupu-Kupu Malam

Belum banyak yang mengenal Band nya. "Gak apa-apa Mas. Ini hidup yang harus saya jalani." Malam kian memberi ruang untuk dingin dan kesunyian merasuk lebih dalam lagi, bebas menjelajahi hati. Devan pun pulang membawa setumpuk kesedihan, penyesalan dan kecewa. Bersambung...
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Setelah Malam Pertama

Setelah Malam Pertama

Padahal, yang umum terjadi tidak ada kepedulian dari laki-laki yang membayar wanita malamnya. "Tidurlah, kau sudah lelah." Haikal menyelimuti tubuhnya. Mensejajarkan tubuhnya agar bisa mengusap puncak kepala Zhia yang sudah hampir terlelap. "Kau manis sekali, aku tidak menyangka jika nasib pernikahanmu sedramatis itu," batin Haikal mengingat kisah pernikahan Zhia dan Fia. Tidur Zhia begitu nyenyak, hingga sebuah kecupan ucapan selamat pagi mengusik kenyamanannya.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai pelukis malam manhwa
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Diajheng Widia
masih penasaraan apa sebenernya kesepakatann ayahnya zhia dgn pak Danu. dan nanti juga ayah zhia juga bakalan nyesel telah melakukan kerja sama dgn pak Danu. toh ujung2 nya bakalan di tipu. udah anaknya di perlakukan ngga manusiawi ,perusahaan di tipu.. duh ga bisa bayangin penyesalanmuu paak
Endah Spy
ceritanya menarik banget bner2 bikin ngregetan sama keluarga ega .. kok bisa sii ke istri sendiri gara2 nggak ngeluarin darah di cap nggak perawan .. duhh ega nih ya fisik orang berbeda2 .. ada yg ngeluarin banyak darah ada juga yg nggak .. dan yg nggak blm tentu juga zhia itu nggak perawan.. hadehh
Baca Semua Ulasan
Malam Panas, Hati yang Membeku

Malam Panas, Hati yang Membeku

Lengan pria yang panjang merangkulku dari belakang, kemeja yang belum terkancing menyingkapkan setengah dadanya, melekat erat ke punggungku. Kehangatannya justru terasa menjijikkan
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Mengemis Malam Pertama

Mengemis Malam Pertama

Riki merasa berdosa, tidak terhitung berapa kali mereka berbohong demi mengunjungi club malam, dia tidak punya keberanian melawan wanita itu, dia bagaikan singa betina yang sangat buas, akan menghabisi siapa saja yang mengganggunya. Beberapa laki-laki kurang ajar yang sempat ingin menyentuhnya langsung mundur, melihat betapa beringasnya perempuan itu, dia tidak boleh terusik, dia akan melakukan apa saja untuk mempertahankan kesenangannya termasuk menghabisi orang lain.
1029.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 703 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
The Nine Tails of Time Traveler

The Nine Tails of Time Traveler

Kekekalan malam menjadi aura kuat bagi si pencari nafsu kelam. Aroma darah, jantung, hati yang siap menjadi santapan adalah sosok buas lagi menyeramkan. Namun, Cho Ye Joon membiarkan pemuda sekampusnya itu tersungkur lemah di bawah lantai. Sementara itu, Nevan membawa malam itu penuh dengan kebencian lagi mendendam asa. Jiwa yang meronta-ronta pasti akan menggeliat di ujung ubun-ubun kepala.
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 393 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

Gadis itu melenguh pelan. Devan kembali mengurungkan niatnya. Ia menarik napas pelan. Memutuskan untuk membiarkan gadis itu tidur dalam pelukannya. Tubuhnya sendiri lelah, ia akhirnya tertidur dengan bersandar pinggiran ranjang Kiara. . . Tiba tengah malam, hujan telah mereda. Devan menggeliat bangun, kepalanya yang bersandar pada sisi ranjang terasa kebas dan pegal. Ia toleh gadis dalam dekapannya. Masih tidur.
8.715.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam dengan Tuan Posesif

Cinta Satu Malam dengan Tuan Posesif

Aghata meringis menahan sakit yang luar biasa baginya. “Ini permintaanmu, jadi nikmati saja. Aku tidak akan berhenti meski kau menyuruhku untuk berhenti.” Louis memulai permainan panas mereka. Sedikit pun tidak ada kelembutan diberikan kepada Aghata, Louis hanya mementingkan kesenangannya sendiri. Malam ini merupakan malam paling bersejarah bagi gadis malang itu. Dia menangis dalam diam, karena menjeritpun sudah tidak ada lagi gunanya. Pria itu malah menulikan pendengarannya.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Suatu malam Gairah

Suatu malam Gairah

"Bicaralah!" "Tidak, Lucas, aku tidak ingin kau berhenti." "Bagus." Memberinya seringai terbaik. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menatap pahanya. Aku membuka pahanya dan mendekat untuk menciumnya, tapi dia mulai menyeringai saat dia dengan rakus menikmati bentuk tubuhku yang terpahat, sambil menjilati bibirnya. Saya turun dan memeluknya dengan segala kemuliaan. Penisku yang keras sudah meneteskan air mani. Saya naik ke tempat tidur, berlutut di tempat tidur di antara kedua pahanya. Rasanya sangat menyenangkan berada di antara pahanya yang lembut. Saya mulai mengusap-usap pahanya, dan dia merintih, lalu mulai menggigit bibirnya. Aku mendorong hidungku ke klitorisnya, menghirupnya. Set
1029.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai pelukis malam manhwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status