Sentuhan Panas Suami Dingin
Suara dingin yang begitu mengerikan terdengar, mengalun menusuk telinga Zira secara paksa–membuat Zira membelalak terkejut kala mendengar suara familiar pria tersebut, reflek memasukkan jeruk secara utuh dalam mulut; kondisi masih setengah kulitnya yang terbuka.
Untung ukuran jeruk tersebut kecil, jadi muat dalam mulut mungil Zira.
Namun--
'Anjir anjir!' batin Zira, menegakkan punggung dengan raut muka tak enak dan mata berkedut-kedut. 'Sejak tadi aku makan jeruk, nggak ada tuh aku dapat yang rasanya masam jahanam kek sekarang. Tapi bisa-bisanya pas doi muncul, malah dapat jeruk yang super masam. Argkkk! Aku nggak tahan! Dilepehin takut doi ilfeel, ditelan akghoh mau mati. Kecut banget, Ya T