Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

Topeng Sakti: Bangkitnya Kekuatan sang Pendendam

bisik Sakti. Andrea mengangkat kepalanya dan mengangguk. Dia lalu mengatur posisi dan duduk di pangkuan pemuda itu. Pinggulnya menari-nari, seolah ingin melumat pisang Sakti yang berdiri tegak menghunjam miliknya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Pendekar Pedang Dewa

Pendekar Pedang Dewa

teriak Khalid yang mulai geram karena merasa terjebak oleh permainan setiap orang di hadapanya. “Ini tidak hanya kami saja pendekar,” celetuk Wang Ge pendekar yang di juluki si Biksu Asura karena kekuatanya dia menduduki peringkat ke dua setelah Pendekar Zou Fan. Setelah Wang Ge berkata demikian, ratusan pendekar mulai keluar dari persembunyian mereka. Chyou Chen mulai menyeringai, karena sensasi detak jantungnya mulai berpacu semakin kuat. ’Apa ini akan menjadi akhir bagiku,’ batin Chyou Chen yang mulai merasakan getaran di kakinya.
942.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

"Aku baik kak. Bagaimana dengan kakak ?" Saat itu kami cuma bisa telfonan karena waktu dulu belum ada yang namanya W******p apalagi I*******m. Yang ada hanya aplikasi F******k itu pun belum terlalu banyak penggunanya dan kami tidak menggunakannya nanti banyak godaan di sana. "Aku juga baik sayang. Tidurlah sayang mimpi indah, jangan lupa bawa aku dalam mimpimu. Tunggu aku pulang".
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Dendam Anak Angkat

Dendam Anak Angkat

Wanita itu mendengkus. “Seleramu masih tidak pernah berubah, Mas,” ucapnya lirih. Ia meletakkan jemarinya di pagar besi, melepaskan pandangan ke arah pantai yang berlangit biru cerah. Sapuan angin lembut menerpa wajah dan mengibaskan stelan hijab modern berwarna soft yang ia kenakan. Irama deburan ombak meyentuh sayup di telinganya. Sebuah kenangan lama kembali berlompatan menyapa labirin ingatannya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Dendam Permaisuri yang Terbuang

Dendam Permaisuri yang Terbuang

Kompak mereka sujud dan menyatukan kedua tangan di depan membentuk hormat. “Bangunlah para paman juga abdi setia mendiang Ayahanda,” kata Permaisuri Rengganis. Orang-orang tersebut lantas duduk melantai di tikar pandan dekat api unggun. “Terima kasih Mang Damar sudah mengumpulkan orang-orang yang berada di pihakku,” ujar Permaisuri Rengganis. “Saya hanya hamba sahaya yang menjalankan perintah Permaisuri,” ujar Mang Damar menundukkan kepala.
1025.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 750 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Musim sudah berganti menjadi musim semi, artinya akan banyak yang menjual panekuk musim semi, lumpia, bahkan layang-layang. Tampilan panekuk hangat yang mengepulkan asap tipis itu berhasil menghipnotis Su Li untuk membawa pulang beberapa. Bahkan bibi penjual memberikannya bonus dua potong lumpia sebagai perayan hari pertama musim semi. Beberapa anak-anak terlihat sedang menerbangkan layangan di taman depan kompleks apartemennya. Bagi orang Tionghoa, musim semi merupakan musim terbaik untuk menerbangkan layangan. Tidak sekedar sarana bermain, mereka juga percaya bahwa bermain layangan dapat membangun kesehatan seseorang dan menjauhkan diri dari penyakit.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

DENDAM LELUHUR DI TANAH JAWA

) (Ayo cepat masuk, ibu sudah masak. Mata Agam melihat ke sekitar, tidak menemukan ayah dan ibunya seperti biasa. "Bapak karo ibu neng ngendi, Den? Kok sepi men." Tanya Agam penasaran, menuangkan teh hangat dari teko yang sudah ibunya siapkan tadi. (Bapak sama Ibu kemana, Den? Kok sepi banget.) Deni Wijaya namanya, adik Agam yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas satu. Ia membuka tudung saji saat Agam dan Farel sudah tiba di meja makan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Primadona

Dendam Sang Primadona

Dimitri mengangguk. Dan malam itu, permainan terakhir dimulai.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
DENDAM LUKA LAMA

DENDAM LUKA LAMA

DENDAM - Jangan Khawatir "Kamu pergi ke mana nggak pulang semalaman?" tanya Bu Ambar saat Erlangga turun untuk mengambil air dingin di kulkas. "Nongkrong sama teman, Ma." "Rendy?"
10182.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.8K kali sebagai pendendam adalah
Tampilkan Ulasan (44)
Baca
+Pustaka
Laely Nurhayati
ceritanya menarik, bahasanya bagus, karakternya mewakili budaya kita pada umumnya yang menjunjung tinggi nilai dan norma, menggambarkan bhw penulis sangat menjunjunv tinggi nilai2 luhur budaya dan agama
moonrose
hmm kenapa vania maafin sagara? apa cinta bisa segitu bodohnya ya. 7bulan lost contac, tapi masih anggap suami dan akhirnya gak jadi cerai. apalagi tau alasannya knp sagara gitu ya harusnya vania tau diri sih.
Baca Semua Ulasan
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

cetus Pendekar Gledek. *****
9.646.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pendendam adalah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status