Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Reinkarnasi Kaisar Tanpa Tanding

Sekarang, dia perlu memancing pemain terakhir. Dia mengangkat kepalanya dan mulai berteriak lagi, kali ini menargetkan musuhnya yang sebenarnya. Yang terkuat di tempat ini. "KLAN LIM! PARA TIKUS YANG BERSEMBUNYI! AKU TAHU KALIAN ADA DI DALAM SANA! PARA PEMBUNUH, PENJAGAL! KALIAN MEMBANTAI KLAN FU TANPA ALASAN! KALIAN HANYA SEKELOMPOK PENGEcut YANG HIDUP DENGAN MERAMPOK WARISAN ORANG LAIN! KELUARLAH! TUNJUKKAN WAJAH BURUKMU PADA-KU! ATAU AKAN AKU SEBUT KALIAN SEBAGAI KLAN TIKUS SELAMA-LAMANYA!"
618.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Her Lips

Her Lips

Max tersenyum, "Terima kasih, Bu." ~TBC
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
PESONA SANG PEWARIS

PESONA SANG PEWARIS

prokk Tepukan tangan seseorang membuat keenam orang yang berada di rumah itu langsung melihat kearah pintu. “Kerja bagus, aku bangga pada kalian. Hentikan dulu pekerjaan kalian” ucap Radit yang baru saja datang melihat pekerjaan anak buahnya cukup bagus. Dia tersenyum licik pada ketiga orang yang kini terduduk di lantai smabil menatapnya tak percaya.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Tergoda Mantan

Tergoda Mantan

Notifikasi dari salah satu chat application. You have been invited to join ‘Kabaret Pelangi Bintang 7 ’ group. Ailaa mengulas senyum. Dia menekan tombol ‘join’ lalu membuka daftar anggota grup. Satu nama yang muncul dalam daftar membuat tubuhnya terasa kaku, jantungnya berdegup lebih kencang, dan matanya terbelalak. Dua kali Ailaa mengulang membaca nama itu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
TERGODA Paman dari Suamiku

TERGODA Paman dari Suamiku

” ucap Camel, yang sangat mengenal suara pria di hadapannya. ”Jika tidak seperti ini, akan sulit untuk bertemu denganmu. Sementara di mansion, ada banyak tikus pengganggu.” Ucap Mr. El, lalu menutup kembali pintu ruangan kerja Camel. “Paman, bagaimana jika ada yang mengenal paman?” ucap Camel gugup. ”Aku mengatakan bahwa aku adalah teknisi, tentu membutuhkan waktu yang cukup lama, bukan? Lagipula, bukankah karyawanmu akan segera pulang?”
1022.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Ketika Pewaris Jatuh Cinta

Ketika Pewaris Jatuh Cinta

Fix penghuni neraka terdalam! “Papi jangan gangguin mantu Mami Audi ya! Ecen keren kok. Iya kan Achell?” Marchellia manggut-manggut– terlihat antusias karena suaminya dipuji. Sedangkan Jessen di sebelahnya memajukan bibirnya seperti orang mencium sesuatu. “Thenkcyuh Mami.. Ecen love Mami sekebon.”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

“Apa?” “Aku tidak mau kamu sampai menyakiti dirimu sendiri. Kamu itu manusia ciptaan Tuhan dan pastinya kamu akan masuk neraka kalau kamu sampai mengakhiri hidup kamu!” bentak Reksi dengan cukup keras supaya Erwin sadar. Erwin malah tertawa. “Aku tidak sebodoh itu, Reks. Aku masih ingin hidup. Untuk itu, aku ingin bertemu denganmu kalau sampai Tata menolakku.”
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 670 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
PUTRA sang PEWARIS

PUTRA sang PEWARIS

“Hahaha! Kutahu, kutahu! Ayo antar aku ke kamar, aku besok ingin mengambil bunga di taman Sam lagi. Dia pasti akan mengomel-ngomel padaku.” *** “Perusahaan Tuan sudah menjalankan sistem terbaru tahun ini ‘kan? Jelas itu sudah sangat hebat!” “Tuan-Tuan terlalu memuji, perusahaan kalianlah yang paling hebat. Kami hanya baru meluncurkan produk terbaru, yang memiliki jaringan tercepat tahun ini.”
1019.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

Ayah Anakku Ternyata Pria Kejam

Tapi terlalu dalam untuk dianggap basa-basi. Pria tua itu tak menoleh. Kepalanya bergeming, hanya jemarinya yang terus memutar tongkat seperti menggiling sisa-sisa kesabaran. “Beberapa,” katanya pelan. “Yang lain terbakar bersama kotak itu di rumah tua kita.” Ucapan itu seperti ujung cambuk yang memukul udara—lurus, tanpa emosi. Tapi di bawah permukaan kata “rumah”, ada sesuatu yang lebih gelap daripada abu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai penerus tts
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status