Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
HYANG YUDA

HYANG YUDA

(1)Pamarta dalam bahasa sansekerta berarti pembawa berita. Anggara menganggukkan kepalanya. “Saya pasti akan melakukannya, Rakryan Tumenggung. Sebelum itu. . . mohon maafkan kelancangan saya ini.” “Ada apa, Anggara?” tanya Hyang Yuda. “Bisakah saya bertanya kepada Rakryan Tumenggung?”
104.6K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as pengampunan
Read
+Library
Surakarta, Aku Cinta Dia

Surakarta, Aku Cinta Dia

ucap Amanda Gienka hanya bisa pasrah ***** - Course Selection Sheet: Kartu Rencana Studi (KRS) - Course: Mata Kuliah - Credit: Satuan Kredit Semester (SKS) - GPA (Grade Point Average): Indeks Prestasi Komulatif (IPK) - Caramia: Sayangku (B. Italia) - Ti amo: Aku Cinta Kamu (B. Italia) **********
103.2K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as pengampunan
Read
+Library
Sumpah Yang Membangkitkan Pembalasan Dendam

Sumpah Yang Membangkitkan Pembalasan Dendam

gumannya Emily turun dari mobilnya, dan mengedarkan pandangannya mencari pria itu. Tidak lama turunlah seorang laki-laki tampan berparas menawan turun dari mobil maserati. "Ya Tuhan, dia bukan hanya tampan, tapi juga kaya raya, wajar saja jika perempuan disini melihatnya tanpa berkedip" guman Emily.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as pengampunan
Read
+Library
Bukan Sekelumit Sesal

Bukan Sekelumit Sesal

Kesalahanku berlapis tak sanggup kutepis Dalam barisan hari aku diselimuti pesimis Penyesalanku berawal bagai gerimis Kecil rintiknya semakin kuat mengikis Berharap dosa dibasuh hujan tangis Maaf dan pengampunan… aku mengemis Ditatap binar mata mereka bagai pelangi yang terlukis Egoiskah keputusanku yang pragmatis
9.29.3K viewsCompletedAdded to Library 333 Times as pengampunan
Read
+Library
Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Balas Dendam Sang Pendamping Setia

Lalu menambahkan, dengan suara yang nyaris berbisik tapi menggetarkan: “Dan terima kasih... untuk setiap orang yang pernah meninggalkan. Karena kepergian mereka memberi ruang bagi datangnya hal-hal yang lebih baik.” Tangis menyebar seperti gelombang. Penonton menangis. Nayla tersenyum, kali ini dengan kelegaan. Ia tak menyebut nama. Tapi semua orang tahu. Dan satu orang—di barisan belakang—mengerti sepenuhnya. Pidato itu bukan ajakan untuk kembali. Bukan kode untuk rekonsiliasi. Tapi itu adalah pengampunan. Pengampunan yang tak menuntut maaf. Tak menuntut penjelasan. Tapi cukup untuk berkata:
3.4K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as pengampunan
Read
+Library
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Sayangnya, tadi dia menolak. "Ini untuk kamu." William menyodorkan sebuah amplop berwarna hijau kepada Dewa. Begitu kaitnya dibuka, aroma harumnya menguar ke penjuru ruangan. "Undangan pernikahan kami," ucap William dengan wajah sembringah. "Wah selamat, Pak."
9.8188.8K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as pengampunan
Read
+Library
Numpang Memandikan Jenazah

Numpang Memandikan Jenazah

Sedangkan, aku menatap pemandangan di ruang tamu yang telah dipenuhi barang-barang yang akan digunakan untuk mengurus jenazah. Sebuah tikar yang terbuat dari anyaman bambu diletakkan di bawah jendela, kemudian di sebelahnya telah tersedia kain kafan, minyak wangi, kapas, bedak, dan kapur barus. Melihat semua peralatan itu tubuhku meremang. Terlebih seperti ada angin yang bertiup dan membuat tengkukku terasa dingin. "Mel, kamu lagi apa?" panggil ibu.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as pengampunan
Read
+Library
Amplop Isi Lima Ribu

Amplop Isi Lima Ribu

Mereka memang pernah bersitegang, tapi kejadian lampau itu tidak jadi dendam bagi Bu Wati. "Halah, ngeles. Ini makanannya juga gak ada yang enak, kampungan. Sambal yang kamu kirimkan ke rumah saya juga gak sedap. Tapi saya akan tetap kasih amplop tebal kok, tenang saja," tandas Bu Tejo dengan angkuh, menjatuhkan amplop warna putih yang lumayan tebal ke tangan pemilik pesta tanpa bersentuhan. Karena tak ada persiapan, amplop terpleset dan jatuh ke tanah.
9.823.5K viewsCompletedAdded to Library 752 Times as pengampunan
Read
+Library
Senandika

Senandika

Ia menaiki motornya lalu memakai helm, dan saat hendak menancap gas, ponselnya bergetar melihatkan pesan seseorang melalui notifikasi yang muncul di layar kunci. Bunda : Pulang sekarang kalau gak mau buku-buku kamu dibakar Ayahmu. Jevan buru-buru menyimpan ponselnya di ransel, cowok itu menancap gas dengan kecepatan tinggi demi menyelamatkan buku-buku pedoman menuju masa depan dan universitas impiannya. Jika memang benar dibakar, Jovan tidak tahu lagi harus bereaksi seperti apa terhadap apa yang telah dilakukan Ayahnya.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as pengampunan
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

"Sayang ..., aku sudah masak makanan enak! Aku kangen dinner romantis berdua. Aku juga sudah menyiapkan kado yang akan membuat kamu sangat bahagia. Cepat pulang ya, suamiku." Pesan itu ia kirim tepat di jam 21.05, saat aku di apartemen Amira. Kuraih gawai milikku, dan membuka pesan wh*****. Aku mengernyit, melihat pesan itu tidak ada di gawaiku. Seperti ada yang sengaja menghapusnya, apakah itu Amira? Amira yang melakukannya. Terimakasih Jangan lupa subscribe cerita saya
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 914 Times as pengampunan
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status