Sang PENEMBUS Batas
Dia langsung turun dari mobilnya, dan melangkah menuju pintu rumahnya,
Tok, tokk, tok..!
"Marini..! Buka pintunya..!” seru Barja memanggil, sambil mengetuk pintu rumahnya.
Beberapa saat di tunggunya, namun tak juga ada sahutan atau gerakkan dari dalam rumah.
‘Hmm, rupanya dia sudah keluar rumah. Benar-benar keterlaluan dia..!' bathin Barja jengkel.
Akhirnya Barja membuka pintu rumah dengan kunci cadangan, yang selalu dibawanya dan di satukan dengan gantungan kunci mobilnya.
Hot Chapters