PENDEKAR CAMBUK HALILINTAR
Namun tiba-tiba Gentala Seta berkata, “Ah, sudahlah, tak usah kalian berpura-pura berpikir! Ayok, kita tinggalkan tempat ini! Biarlah bangkai manusia-manusia yang tak berguna ini jadi santapan hewan buas penguni rimba ini! Kita akan menikmati hasil kerja kita yang luar biasa malam ini. Huahahaha...!”
Tampa diminta untuk kedua kalinya, seluruh begal yang bejumlah sekitar tiga puluh orang itu langsung mengikuti pimpinan mereka. Suara tawa mereka membahana menggemparkan memecahkan kesunyian rimba malam. Mereka kembali ke pedati-pedati yang berisi harta rampasan mereka. Tentu saja, malam ini adalah aksi pembegalan mereka yang sangat sukses.
***
Hot Chapters