Petaka Lingerie Merah
Kupilih air hangat untuk mandi, sebab tak tahan dengan suhu kamar yang lumayan sejuk sebab pendingin di sini distel 20 oC oleh Mas Haris.
Segar juga mandi dengan air hangat malam-malam begini. Beban di punggung pun seolah luntur saat rintik-rintik air pada shower mengenai kulit. Mas Haris, meski tadi kami sempat bertengkar hebat, dia kok kepikiran sampai ke sana, ya. Aku jadi heran juga. Ah, sudahlah. Toh, aku langsung merasa bahagia dan teramat senang gara-garanya. Sedikit kulupakan tentang kasus si Fitri. Namun, besok sih aku tidak bisa janji apakah aku bisa tetap setenang ini atau tidak. Seingatku, di kotak P3K masih ada obat pencahar yang kubeli sebulan lalu. Saat itu aku mengalami sembe
Hot Chapters