Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Tuan, Ibu dari Anakmu Bukan Perempuan Biasa

Setelah dirasa cukup tenang, Alana berdiri angkuh, mencoba menetralkan kembali situasi meskipun kakinya sedikit bergetar. "Lidya? Aku sangat kenal dengan bentuk huruf yang digunakan di anting ini...... Bentuk huruf ini sering dibuat oleh pengrajin perhiasan langganan keluarga ku sepuluh tahun lalu. Lantas, bagaimana bisa ibu anda memilikinya?" ******
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Catatan Si Boi

Catatan Si Boi

"Maaf mengganggu istirahatmu Milna, ada yang ingin saya tanyakan terkait surat persetujuan orang tua milikmu." "Ada apa Ustadzah, apakah ada yang salah dengan surat itu?" "Tidak juga. Saya cuma ingin konfirmasi, benarkah nama ayah kamu Abu Milna?" "Sebenarnya bukan sih, itu hanya nama julukannya." "Nah itu, seharusnya kamu menulis nama asli ayahmu." "Baiklah Ustadzah, lain kali saya akan menulis nama aslinya." "O iya, satu lagi. Kenapa tidak ada tanda tangan ibumu?"
9.916.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Fall for Summer

Fall for Summer

"Susaah... aku enggak punya banyak waktu. Tahu enggak, bab tersulit itu, bab pertama." "Aku tahu." Aku melepas T-shirt lengan pendekku, lalu menggantinya dengan yang tanpa lengan. Ketika aku berbalik, dia sedang menggigit bibir bawahnya, pasti mengagumi bentuk punggungku. "Aku tahu, karena ibuku seorang penulis." Matanya membelalak. "Penulis apa?" "Historical Romance." "Keren!" balasnya antusias. "Siapa?"
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Keluargamu bukan Keluargaku

Keluargamu bukan Keluargaku

Kemudian kembali menatapnya sambil berusaha fokus untuk membaca. Aku terperangah membaca berita yang ada di ponsel Ibu. Berkali-kali aku membacanya. Tidak mungkin salah, ini juga tanggal kemarin. Jadi berita ini masih baru. Bukan berita lama. "Ini beneran, Bu?" tanyaku sedikit tergagap. Ibu menganggukkan kepalanya. Wajahnya sedikit pias dan pucat. "Iya, Ibu juga sudah baca berkali-kali. Tidak mungkin salah," balas Ibu yakin.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 734 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Biaya Selamatan Meninggalnya Bapak

Mas Ubay menunjuk tulisan pada ibu. "Terus apa gunanya kamu tunjukkan ini ke Ibu? Nggak paham ibu." Ibu sedikit menjauhkan lembaran kertas itu agar tulisan terlihat lebih jelas. Iya, seiring bertambahnya usai, penglihatan ibu memang sudah berkurang. Ia tidak bisa membaca tulisan dalam jarak dekat, kabur katanya.
18.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 711 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN KEDUA

PERNIKAHAN KEDUA

Ada tulisan tangan yang jelas terlihat disana, yang kukenali sebagai tulisan tangan Ibu. (Key, ada banyak kesalahan yang Ibu lakukan di masa lalu. Tapi kesalahan terbesar Ibu adalah menjadi wanita yang begitu lemah hingga tak mampu membela anak-anak yang sangat Ibu sayangi. Tapi ternyata Tuhan punya cara-Nya sendiri menjagamu. Key, jika Kiara sudah besar nanti, tolong ceritakan padanya betapa Ibu sangat mencintainya. Betapa selama beberapa bulan ini batin Ibu tersiksa karena tak bisa memeluknya setiap malam. Kalian tak tahu betapa Ibu memendam rasa sedih dan cemburu melihatnya lebih dekat dengan Mbok Imas daripada Ibu. Tapi, Ibu cukup tahu diri, Key. Ibu memang salah. Ibu memang hanya wanita
9.721.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 744 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang Hafidz

Istri Kontrak Sang Hafidz

Aku mengirim pesan ke Ibu—orang pertama yang selalu mendukung aku, bahkan sebelum aku berani menyebut diriku penulis. *Aku:* “Bu, naskah Alya lolos. Mau diterbitin digital. Doain lancar ya.” Tak lama kemudian, balasan dari Ibu masuk. *Ibu:* “Alhamdulillah, Nak. Ibu bangga. Terus semangat. Jangan tunggu siapa-siapa buat bahagiain diri sendiri.” Aku terdiam membaca itu. Ibu memang selalu tahu isi hatiku, bahkan tanpa aku cerita apa-apa.
573 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Walaupun tidak ada pekerjaan berat, aku harus kembali menunaikan tugasku sebagai istri dan juga menantu. "Gimana novelnya, Bu? Laris manis?" tanyaku saat melihat ibu mengutak-ngatik ponselnya. Matanya masih bagus untuk bisa membaca dan mengetik di ponsel canggihnya. Mungkin karena ibu suka makan sayur dan selalu menerapkan pola hidup sehat sejak muda sampai sekarang. Ibu terkadang memakai kaca mata cuma untuk meminimalisir radiasi yang dipantulkan ponsel, bukan untuk memperbesar tulisan. "Alhamdulillah, San. Lumayan lah, bisa membuat orang terhibur dan ibu juga senang karena bisa menghasilkan," balas Ibu seraya tersenyum.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Beda Usia, Beda Usaha

Beda Usia, Beda Usaha

“Gimana tadi? Masih ada revisi lagi nggak?” “Masih. Aku ada ejaan yang salah, typo juga, trus daftar pustaka masih perlu aku perbaiki lagi cara nulisnya.” “Kalo bab terakhir kamu gimana akhirnya? Kesimpulan ada yang perlu ditambahin atau diperbaiki lagi nggak?” “Kalo itu aman semua. Aku udah tinggal merapikan kepenulisan yang salah aja. Harus sesuai dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Baca
+Pustaka
Hey, Danish!

Hey, Danish!

“Nggak papa kan, Ma? Semester 2 aku mulai disuruh bikin karya tulis, kayak krispi-krispian gitu.” “Skripsi, Dek.” Sang ibu mengerutkan hidung. “Mama nggak papa, selama kamu nyaman, mama senang. Pokoknya kamu harus tenang, mama nggak memberi target apa-apa ke kamu. Jalani aja semampu yang kamu bisa, mama yakin kamu akan sampai di titik yang sama dengan teman-teman. Meski untuk sampai di sana perjuangan kamu lebih berat, mungkin orang lain jalan atau lari, tapi Danish-nya mama harus merangkak, harus ngesot, pelan-pelan, mama nggak apa-apa. Asal kamu sampai tujuan dengan selamat.”
1031.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai penulisan ibunya yang benar
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
ms huang
ceritanya bgs .... aku singgah bawa 5* kk...smangattt yaaa.... intip karyaku juga yukkk kk...judulnya KEKASIH BRENGSEKKU. hari ini up bab 18. cerita ttg hubungan toxic yang sering juga kita jumpai dikehidupan nyata. makasiii kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status