Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3430.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.5K kali sebagai penulisan sang
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 242 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

' Bersambung MaasyaAllah. Setelah berjuang keras selesai juga ngetik bab ini. Terimakasih buat akak semua. Gak nyangka masih ramai responnya sejauh ini.💕 Typo de el el ... insyaAllah saya benerin besok. Matanya udah sepet banget.🙈 Hallo Kak, udah baca cerita baru author yang juga berlatar pesantren, berjudul "Pelacur pun Bertasbih?"
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Indah sekali, banyak ilmu yang bisa kita dapatkan dari sana. Ah, terlalu jauh saya membicarakan tentang Cak Nun. Sekarang, saya harus konsentrasi sendiri dengan karya saya. Siang ini, saya menulis sebuah sajak. Pendek, singkat, dan entah ada nilainya atau tidak saya tidak tahu. Tugas penulis adalah menyampaikan pesan dengan gaya bahasanya sendiri. Dan inilah sajak yang tengah saya buat : Jika malam merenungi nasib
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 375 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Desainer

Sang Desainer

titah Aurel yang segera dilaksanakan Rara. "Ini, Nona." Rara menyerahkan selembar kertas dan bolpoin kepada Aurel. "Mami bisa tulis di sini," ucap Aurel seraya menyerahkannya kepada Agatha. Agatha pun menerimanya dan mulai menuliskan kata-kata. Beberapa menit kemudian, ia selesai menulis dan menyerahkan kertas tersebut kepada Aurel.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 455 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

Apa lagi yang dia dengar? Dengan ragu dan kebingungan, Ardi berpindah duduk di samping Halim, menghadapi sebuah meja bundar. Tampak akta kelahiran, KTP, buku rekening, kartu ATM, dan tidak ketinggalan kartu kredit. "Ambil akta kelahiran itu dan bacalah," kata Halim memerintah. Ardi menurut saja perkataan Halim. "Helios Bintang Hartawan."
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Pengacara

Sang Pengacara

“Ada apa dengan Bening?” “Pembagian harta warisan Bening, dari almarhum bu Sinta … suratnya ternyata palsu.” “Bu Sinta, itu siapa?” Kasus yang ditangani Abi sepertinya akan bergulir semakin luas. “Ibunya pak Ilham, neneknya Bening.” “Ahh …” Benar dugaan Abi. Ia sudah memiliki kesimpulan tersendiri di kepala. “Jadi, Ilham memalsukan surat, pastinya dengan tanda tangan sekalian.”
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

Pernikahan Rahasia dengan Dosen Killer

“Kamu cukup bersandar, nah aku ketik dulu ideku. Nanti tinggal kamu tuangkan dalam bahasamu sendiri. Kalo aku yang kerjain semuanya, aku takut kamu akan dihukum gara-gara ketahuan pakai bahasa orang lain.” “Emangnya bagaimana cara dosen itu tau tulisan yang dikarang mahasiswanya itu hasil contekan atau tidak?” Belinda mengedipkan mata dengan polos. “Sebenarnya mudah sih. Cara menulis orang dewasa dan remaja menjelang dewasa itu sedikit berbeda. Kalo cara nulis orang dewasa itu justru lebih rapi dan kebanyakan memakai bahasa baku. Kalo untuk seusiamu ini, mau pakai bahasa baku atau tidak, yang penting tugas selesai.” Brandon menyunggingkan senyuman usil mengecup pipi istrinya. “Benar kan, Ist
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Pelayan Sang Tuan

Pelayan Sang Tuan

Istri Sang Tuan Pandangan Davina dan Dirga saling bertemu untuk beberapa saat yang lama. Kedua pasang mata mereka saling melekat satu sama lain. “Siapa dia?” Brian dan Davina menoleh, keduanya saling pandang sejenak sebelum menjawab bersamaan dengan jawaban yang berbeda. “Pelayan Anda.” “Keponakanku.” Kening Dirga berkerut dengan kedua jawaban tersebut. Menatap Davina dan Brian bergantian.
1023.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status