Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam KasuyatianDewidewidewa/dewisang dewi
Sedang Sasanti duduk bermeditasi pada batu besar yang berada di tengah aliran sungai untuk menyingkronkan inti sakti. “Cukup!” seru Empu Sedah. Pria tua berpakaian putih dengan tatanan rambut digelung tersebut merupakan sastrawan kerajaan sekaligus guru yang memiliki lmu kanuragan tingkat tinggi. Selain itu, dia juga merupakan penasehat dari Raja Jayabhaya. Sosoknya sangat dihormati di kalangan para raja karena banyak membantu dalam strategi perang Istana Panjalu.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Penguasa Mutlak

Sang Penguasa Mutlak

Lu Han tampak sedikit lega. Kemudian ia kembali menunjuk kepada lima pria yang berdiri tegap tidak jauh dari sana. "Kalau begitu, saya lanjutkan." Ia menunjuk seorang pria dengan tubuh kekar dan aura seorang prajurit yang sangat kuat. "Yang ini adalah Gu Wen. Dia merupakan mantan jenderal." Gu Wen langsung mengepalkan tangannya di depan dada.
10433 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Pemikat Wanita

Sang Pewaris Pemikat Wanita

Suasana yang tadi tegang kini hangat kembali. Namun di sisi lain ruangan—Daniel berdiri kaku. Tatapannya gelap. Ia bisa merasakan bisikan-bisikan itu. “Itu yang tadi sujud ya?” “Iya… yang panggil ‘Kakek’.” Tawa kecil menyusul. Daniel mengepalkan tangan sampai buku-bukunya memutih. Harga dirinya hancur malam ini. Dan ia tahu satu hal—Ia tidak akan melupakan ini.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Luna, dengan gaya bahasanya yang puitis dan brutal, melukiskan pengalamannya dengan kata-kata yang membakar. “…Ini bukan sekadar nasi goreng. Ini adalah sebuah pengakuan dosa di atas piring. Setiap butir nasinya berbisik tentang perjuangan, setiap irisan bumbunya adalah tetesan keringat yang mengkristal menjadi permata. Di tengah lautan MSG dan jalan pintas kuliner, Radit Jaya—seorang maestro yang menyamar sebagai pecundang—telah menyajikan sebuah kebenaran. Kebenaran yang begitu telanjang, begitu jujur, hingga membuat lidah saya yang paling sinis pun bersujud…”
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
SANG MENANTU TERBUANG

SANG MENANTU TERBUANG

Pria itu berdiri di dekat jendela, berbicara dengan beberapa pejabat penting, gesturnya santai namun berwibawa. Kinanti merasakan perutnya mual, bukan karena sampanye, tetapi karena penyesalan yang mendalam, dicampur dengan gairah aneh yang tiba-tiba muncul. Pria di hadapannya adalah segalanya yang ia inginkan: kekuasaan, misteri, dan aura dominasi yang menindas. Dan ia telah mencampakkan pria itu. Daniel Kusumo yang berdiri di sebelahnya terasa seperti boneka. Daniel terlalu polos, terlalu mudah dibaca, terlalu biasa di samping meteor gelap yang tiba-tiba bernama Tuan R.
10848 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

Hingga telunjuk sampai di ujung kertas kekuningan itu, ada sebuah tulisan dari pena yang jelas bukanlah catatan dari si pengarang puisi berjudul Purgatorium. Di sana, tampaklah tulisan kurus yang agak miring persis seperti tulisan seorang wanita yang kini terbaring di atas ubin sedingin tubuhnya. Catatan itu berkata, "Beberapa luka tak bisa disembuhkan. Beberapa bekas luka tak bisa hilang. Setiap melihat ke arahnya, itu justru membawa sengsara. Mengingatkan pada masa kebodohan tiada tara. Mungkin aku bisa menyembunyikan duka di balik kalvari, tapi yang kupilih adalah purgatori."
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Peninggalan Sang Bima

Peninggalan Sang Bima

membuka kitab-kitab dan berdo’a.” “Jadi, itu maksudnya dengan yang disebut Satrio Piningit, ksatria yang dipingit atau mendekam dirinya di rumahnya sendiri.” “Benar, Pak Prayoga. Spirit-spirit dari kitab-kitab suci samawa yang dikajinya dan do’a-do’anya yang kaya dengan makna itulah yang dijadikan kertas-kertas kerja oleh ahli-ahli langit dan disebarkan ke seluruh ahli-ahli bumi. Sehingga semua orang bisa menyaksikan pergelutan spiritnya. Teknologi sudah semakin canggih sehingga setiap orang di seluruh dunia bisa menyaksikan perjuangannya. Perjuangannya bisa terlihat dalam kertas-kertas kerja berbagai profesi, sehingga para ahli yang profesional akan menjadi prajuritnya. Mereka akan begitu
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Dia melirik wajah Shi Long sekilas. "Benar, Tuan. Semuanya saya yang tulis." "Bagaimana dengan tuan Shi?" Apakah kamu juga yang menulis esainya?" Senyum aneh di wajah tuan Wang bikin perasaan Shi Long kurang nyaman tetapi dia menepisnya segera. "Benar tuan. Saya menulis semua esainya." "Ini menarik." Tuan Wang mengelus janggutnya yang beruban. "Ketiga esai yang kalian tulis hampir sama persis. Hanya berbeda sedikit pada bagian pembuka dan penutup."
1021.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 765 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sang Penakluk

Sang Penakluk

gumam Siwi yang mengenal orang dalam cakupan luas. “Bukannya dia pengarang novel romantis itu?” timpal Shana yang ternyata langsung menebak dengan benar. “Iya. Dia pengarang terkenal, Niara Tatiane Situmorang, cucu dari Martin Situmorang, Sang Pujangga yang terkenal dari dulu!” Shana bahkan mengungkap siapa Niara ini.
1046.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Sosok itu mengangkat pena, menggoreskan garis tipis di udara. Dari garis itu, kata-kata muncul—bukan diucapkan, tapi tertulis begitu saja: > “Aku adalah Penulis Sah. Aku lahir dari titik. Dan tugasku adalah menulis kalimat kedua.” Rynor hampir kehilangan napasnya. Bukan karena ancaman, tapi karena ia sadar—makhluk ini bukan sekadar lawan. Ia adalah hukum itu sendiri.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai penulisan sang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status