Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Ditatapnya Revan tidak terima. "Aku nggak bermaksud begitu, Kak!” katanya kesal. “Aku cuma nulis apa yang ada di pikiran aku. Aku nggak tahu kalau tulisan aku bisa... bisa ngelakuin ini." Revan mengambil sapu tangan hitam dari sakunya dan membungkus jarinya dengan gerakan cepat sebelum cairan perak itu menetes ke meja. Kemudian dia menatap Alya dengan pandangan tajam.
10844 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Merebut Hati Sang Direktur

Merebut Hati Sang Direktur

Sedang berdiri menatapku lekat, memberiku sapu tangan miliknya? Apa ini? Aku menggeleng lemah, aku jelas tidak pantas. Sekalipun itu hanya sapu tangan. "Saya punya banyak, ambil. Tidak perlu dikembalikan, ini bersih. Hapus air matamu!" "Ma-makasih, Pak." Aku menghirup bau sapu tangan tersebut, wanginya bukan lagi! Aku hampir pingsan, berasa ini mimpi di siang bolong!
576 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Entahlah. "Wahh.. asyik!!, kalau begitu aku akan kembali kedepan dan menyapu lagi agar terlihat sangat bersih "lalu aku membalikkan badanku dan berjalan ke depan kemudian mengambil sapu,lalu mulai menyapu dari sudut ruangan. Criinggg
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
The Pain

The Pain

Dia merasa kembali ke kampung halaman walaupun masih berada di negeri yang jauh berbeda. Naya lalu melipat sapu tangan itu dan menimbang apakah akan membuang atau menyimpannya. Saat mengamati sapu tangan itu, tulisan "SUPREMI" mencuat dari balik motifnya. "Supremi?! Bukankah ini merk terkenal?!" Naya kembali memperhatikan sapu tangan itu lebih detail. "Haha, pasti ini barang palsu. Tidak mungkin pria tadi memberikan sapu tangan dengan harga yang mahal."
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

#Testpack (128) Test Pack ART-ku -Harus Dengan Apa Meyakinkanmu- Secepat kilat aku mengambil sapu tangan di saku. Sapu tangan itu adalah sapu tangan miliknya yang sampai saat ini belum aku kembalikan. Lalu mengusap mulut dan bibirnya yang berdarah dengan perasaan yang kacau. “Kita duduk, Bang.” Kupapah ia berjalan ke salah satu sofa terdekat.
9.379.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

Anak Kembar sang Miliarder yang Dirahasiakan

"Phil, kurasa kita perlu mencuci sapu tanganmu. Kau sudah berapa kali menggunakannya untuk mengelap mukaku. Itu pasti sudah kotor." "Sebetulnya, aku agak takut mencuci ini. Emily bilang, ini sapu tangan berbahan khusus. Mencucinya harus dengan teliti. Cukup dikucek ringan saja atau seratnya akan rusak. Kau tahu sendiri sekuat apa tenagaku. Dia pasti menangis kalau tahu aku gagal menjaga pemberiannya dengan baik." Barbara terkekeh. "Kalau begitu, biar aku saja yang mencucinya nanti. Kita masih punya stok air bersih di van, kan?"
10501.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.1K kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Tampilkan Ulasan (43)
Baca
+Pustaka
evaluasi alamiah
Bagus sih pas awal2 cerita,alurnya sedikit bertolak belakang.Biasanya CEO nyari tau atw mw tanggung jawab si Frank ini malah sebaliknya.Kakek biasanya seneng dpt cucu,Rowan ini malah sempet mw bunuh.Tapi mkn ke sini agak kurang gmn gitu,dialognya kaya kurang macho bwt tokoh Frank.
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Baca Semua Ulasan
Baby Sitter Tuan Bos

Baby Sitter Tuan Bos

Mengambil sapu, maunya nyapu lantai. Satya masih terus membuntuti Binar, ikut serta di belakang Binar yang sedang menyapu lantai. "Tuan ngapain sih ikutin Binar melulu?" protes Binar. "Ya gimana aku nggak ikutin kamu, ini cuma nyapu doang tapi kamu nggak becus. Harusnya tuh nyapu dari ujung ke ujung, tapi kamu malah ambil dari tengah-tengah, mana lagi zig-zag." Satya tepuk jidat, bener-bener nih pembantu amatiran. Masa urusan nyapu harus Satya juga yang ngajarin, kalau aja Davi nggak di sini mungkin Satya udah pecat Binar hari ini.
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai penulisan sapu tangan yang benar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status