Pernah ngeh gak sih betapa bingungnya kita kadang soal penulisan 'di'? Aku dulu sering banget salah nulis karena nggak paham aturannya. Ternyata, kuncinya ada di fungsi 'di' itu sendiri. Kalau 'di' berperan sebagai awalan (prefix) yang nempel di kata kerja, harus digabung. Contohnya kayak 'dimakan', 'dibaca', atau 'ditulis'. Nah, ini biasanya menunjukkan tindakan pasif. Tapi beda cerita kalau 'di' itu preposition (kata depan) yang menunjukkan tempat atau waktu. Di situ harus dipisah, misalnya 'di rumah', 'di kantor', atau 'di pagi hari'. Aku suka mengingatnya dengan analogi: kalo 'di' bisa diganti dengan 'ke' atau 'dari', berarti dipisah. Misal, 'di kamar' bisa jadi 'ke kamar', berarti penulisannya dipisah. Trik kecil ini bantu banget waktu nulis caption IG atau komentar di medsos biar nggak dikira kurang literasi.
Yang lucu, kadang penulisan yang salah malah jadi kebiasaan karena sering liat di media sosial. Kayak 'di tinggal' yang harusnya 'ditinggal', atau 'dibawah' yang benernya 'di bawah'. Aku pernah dikoreksi temen pas nulis status 'di marahin' dan malu banget waktu disalahin. Sejak itu, aku rajin cek KBBI online buat mastiin penulisan yang bener. Memang sih, aturan bahasa itu kadang bikin pusing, tapi lama-lama jadi kebiasaan kalo sering dipraktikin. Sekarang malah jadi gemes sendiri kalo liat kesalahan 'di' yang obvious di iklan atau poster.