BUKAN MENANTU KAYA
“Tau dari siapa?“ tanyanya seperti tak suka.
“Uwak Piah, Mas. Kata Uwak Piah mending dikasih tahu, biar kita nggak terus nutup-nutupi dan biar Ammah sama Appa nggak suudzan juga,“ jawabku yang lantas diangguki Mas Hasan.
“Keluargamu emang amazing, Mas. Mas Tahu? Tanah yang di pasir dijual untuk apa?“ tanyaku. Mas Hasan menggeleng dengan dahi mengerut.
“Buat beli gelang couplean. Mamah beliin anak mantunya gelang yang sama. Biar seragam katanya,“ jawabku diakhiri senyuman miris. Mas Hasan terdiam sejenak.
“Yang lebih amazing itu, Si Yanti juga dibeliin. Sementara aku ...?“ Aku tertawa sumbang.
“Emang dasar mantu yang tak diakui. Bukan menantu kaya, jadilah tidak diakui,“ lanjutku. Mas Hasan h
Hot Chapters