Karma Sang Penggoda
aku menggantung kalimat, melihat ekpresi Dokter Handoko yang tampak serius.
"Maaf, boleh kita bicara berdua saja?" tanyaku kemudian. Dokter menoleh pada asisten perempuan disampingnya, lalu dia menganggukkan kepala. Tak lama asisten itu membungkukkan badan, dan keluar dari ruangan.
"Ya, silahkan Pak," ujar Dokter.
"Begini, Dok. Tadi pagi saat membuang air seni, saya mengeluarkan darah juga nan*h. Menurut Dokter, apa penyebabnya?" Ucapku sambil menahan malu.
Hot Chapters