Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Panglima Kalamantra

Panglima Kalamantra

Dia usapkan jempol ke permukaan ukiran huruf-huruf itu. Tiba-tiba sekawanan burung datang dan mengerumuni tubuh Rion. Rion menjerit dan menghalau kepakan serta cakaran burung-burung itu. Sebuah potongan kenangan muncul di pikirannya. Seseorang mendorongnya dari puncak tebing. “Temukan tujuh dewa perang yang hilang!” bisik burung-burung itu di antara kepakan sayapnya.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 186 Times as perangkap burung
Read
+Library
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Jempol mungilnya itu dia masukkan ke dalam mulut dan dihisapnya dengan tenang, sebagai pengganti dot yang nyaman. Kakek melangkah pelan-pelan di dalam hutan yang sama ini, entah hendak ke mana. Dia bersenandung sebuah lagu lama, nadanya merdu dan dalam. Ajaibnya, burung-burung di sekitarnya seakan-akan memahami atau tertarik. Mereka terbang rendah, berputar-putar dengan anggun di sekitar Kakek dan Lola, seolah menjadi pengawal dan penari yang mengiringi langkah mereka. Melihat burung-burung itu beterbangan begitu dekat, Lola mengeluarkan jempolnya dari mulut. Tangannya yang masih sangat kecil dan gemuk meraih-raih ke udara, mencoba menangkap salah satu burung yang seperti mainan hidup. Tentu
557 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as perangkap burung
Read
+Library
Perangkap Cinta Sang Intelijen

Perangkap Cinta Sang Intelijen

Bagi mereka ini adalah babak dimulainya perang di antara mereka. Pagi menjelang, Tara dan Neo tidur saling berhadapan, dalam dekapan Tara ada bantal kepala yang semalam menjadi bentengnya sementara Neo memeluk guling yang menjadi pembatas. Alarm ponsel Tara berbunyi, perempuan itu menggeliat pelan, tangannya meraba-raba di mana dia meletakkan ponselnya. Neo mengira bunyi alarm dari ponselnya juga dan berusaha mencari benda itu lalu mulai meraba-raba dengan mata yang masih tertutup. Tanpa sengaja tangan Tara dan Neo bertemu, sesaat mereka saling meraba dan menggenggam.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as perangkap burung
Read
+Library
Perangkap Sang Penguasa

Perangkap Sang Penguasa

Kenangan buruk itu kini datang lagi, tapi entah kenapa jadi tidak terlalu menyiksa. “Aku bermimpi mendengar seekor burung berkicau. Suaranya sangat buruk. Sampai-sampai aku harus berlari jauh menghindarinya.” Ned bergumam. Matanya masih terpejam. “Eh? Apa suaranya seburuk itu?” Ned mengangguk yakin. “Kenapa tidak kau lempar saja biar dia menjauh?” “Kau tidak keberatan kalau kulempar?”
1031.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as perangkap burung
Read
+Library
Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Pembalasan Tuan Muda Terkuat

Dia berdiri dengan susah payah dan memerintahkan kedua orang tua itu, "Apakah kalian punya Jaring Perburuan Binatang bersamamu?" Kedua lelaki tua itu mengangguk dan mengeluarkan jaring besar. "Jaring spesial kita," kata salah satu jenderal sambil membentangkan benda itu. "Belum pernah gagal menangkap apapun." Jaring Perburuan Binatang itu terukir suatu formasi, dan ada jejak noda darah di mana-mana. Setiap tahun ketika Keluarga Campbell pergi berburu, mereka akan menggunakan barang ini untuk menangkap binatang iblis atau binatang spiritual tingkat tinggi.
9.71.3M viewsOngoingAdded to Library 45.1K Times as perangkap burung
Show Reviews (79)
Read
+Library
Raden Arya
Salam Kak Rionir, semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah. untuk pembaca setia juga semoga sehat selalu. izin promosi ya kak. untuk teman-teman yang suka novel action, mafia, balas dendam, dan identitas rahasia. pokoknya wajib baca novel Balas Dendam Putra Mafia Terkuat. ...
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Read All Reviews
SERULING SAKTI SANG NAGA

SERULING SAKTI SANG NAGA

Suara burung-burung berkicau merdu menambah keindahan pemandangan di gunung itu. Diam-diam sepasang mata mengintai seekor burung murai yang sedang asyik berkicau di atas sebatang dahan pohon. Suara yang dikeluarkan sungguh amat merdu, nampaknya ia sedang berusaha menarik hati lawan jenis dengan kicauannya itu. Tanpa disadari oleh burung murai yang memiliki warna hitam dan kuning itu, bahaya sedang mengintai. Sebuah batu kerikil yang dipasangkan pada karet ketapel sedang diarahkan padanya.
9.529.4K viewsCompletedAdded to Library 822 Times as perangkap burung
Read
+Library
Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

Kicauan Burung Mengungkap Perselingkuhan Suamiku

"Iya nggak papa, cuma aku nggak mau aja kamu berasumsi hanya karena mendengar kicau burung. Mereka hanya makhluk yang tidak berakal yangmengucapkan apa yang mereka dengarkan saja." Logikanya burung beo hanya berkicau pada kalimat-kalimat yang selalu diucapkan berulang-ulang dan diajarkan secara langsung padanya. Mana mungkin dia tiba-tiba mendengarkan dialog di TV lalu menirukannya ini janggal. Yang lebih janggal lagi kenapa burung itu berseru senang kalau aku akan pergi dan seseorang akan minta hadiah. Hadiah apa? Kenapa seekor burung minta cium dari pembantu kami? Kenapa seekor burung bernafsu ingin mencium gadis berusia 20 tahun. Apa itu wajar? *
6.832.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as perangkap burung
Read
+Library
Terperangkap Pesona Pria yang Kukira Lumpuh

Terperangkap Pesona Pria yang Kukira Lumpuh

Dia tidak lagi berontak, malah lebih terkesan menikmatinya. Mengetahui sang istri yang sudah masuk ke dalam perangkapnya, Eric segera menggendong tubuh Anna dan menidurkannya di atas ranjang yang sudah ditaburi dengan kelopak mawar putih dan merah. Akibat gerakannya, membuat kelopak mawar itu langsung berhamburan ke atas lantai. Pasangan yang sedang dimabuk asmara itu tidak terlalu peduli. Mereka terus saja melanjutkan kegiatan hingga akhirnya hubungan itu tidak lagi bisa dihindari.
1046.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as perangkap burung
Read
+Library
The Destinable Of Light (Bahasa Indonesia)

The Destinable Of Light (Bahasa Indonesia)

Aku melangkah di jembatan yang mengambang menuju ke gerbang istana Alora, dari atas jembatan dapat kulihat burung pelatuk raksasa yang berkicau di atas istana Alora. “Burung pelatuk itu adalah teropongku, penglihatannya bisa menjangkau ratusan kilometer di kejauhan,” tutur Alora di depanku. “Bagaimana cara kau mengetahui musuh dari burung ini?” tanyaku sambil terus berjalan mengekorinya. Alora mendongak, memandangi burung itu sambil terus melangkah. “Kicauannya akan terdengar berbeda.”
107.3K viewsOngoingAdded to Library 291 Times as perangkap burung
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status