Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
“Ia tidak akan menyukai suasana duka yang berat. Jadi saya membuat pesta… agar semua orang bisa tersenyum di hari terakhirnya.”
Kalimat itu tidak terdengar indah dan entah mengapa, justru terasa dingin.
Lorrene tidak langsung menjawab. Ia bisa merasakan tatapan dari segala arah para bangsawan yang menunggu reaksinya, sebagian dengan rasa ingin tahu, sebagian lagi dengan ejekan yang disembunyikan rapi di balik kipas dan senyum sopan.
“Kalau begitu,” kata Lorrene akhirnya, suaranya kembali datar, “anggap saja ini sebagai kompensasi… atas kematian putrimu di istana.”