Tubuhku Hidup, Jiwaku Telah Mati
"Adikmu sudah mati, kamu nggak menangis. Sekarang orang lain hanya bilang kamu satu kalimat saja, kamu malah menangis. Lagi pula, memang kamu yang buat adikmu hilang. Itu faktanya."
Sanny tertegun sejenak saat mendengar kata-kata itu, lalu buru-buru melambaikan tangannya dengan panik. "Papa, bukan begitu, aku hanya belum sempat bereaksi."
Papa tetap menatap wajah Sanny. "Aku hanya mau tanya. Adikmu sudah mati, kenapa kamu nggak menangis?"
Setelah mengatakan itu, Papa memejamkan mata. Setelah itu, setetes air mata langsung mengalir turun dan menyusuri pipinya hingga menghilang di leher.
Chapitres populaires