DI ATAS RANJANG MAFIA
"Bagi orang seperti kita, El, cinta adalah barang mewah yang harus dibeli dengan nyawa. Dan aku lebih memilih mati sebagai tentara yang setia daripada hidup sebagai pengkhianat yang diburu."
Di ruang rapat yang megah namun penuh ketegangan, Fabrizio Jonas menggebrak meja jati hingga gelas-gelas anggur di atasnya bergetar. Hidungnya yang diperban tampak memerah karena amarah yang meluap.
"Kita semua terlihat seperti orang bodoh!" raung Fabrizio. "Kita merayakan kematian George Riciteli, berpesta di atas kuburan kosong, sementara bajingan itu sedang menertawakan kita dari Roma!"