Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin

Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin

Air matanya yang sejak tadi ditahan kini telah tumpah membasahi kemeja hitam milik Reygan. “Aku tidak butuh perhatianmu. Aku, tidak semenyedihkan itu meski Topan berselingkuh dan mengabaikanku,” katanya sambil menangis, “kau … pergilah, setelah ini, anggap saja kita tidak pernah saling bertemu." Ia mendorong Reygan dan masuk ke dalam kamar dengan air mata yang tidak bisa dihentikan. “Helena, aku hanya–”
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Dalam Pelukan Hangat Paman Suamiku

Suara ‘duk’ yang teredam terdengar—pelan, namun cukup untuk merobek sesuatu di dalam dadanya. Air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya jatuh, bercampur dengan gerimis yang semakin rapat. “Ma…” panggilnya lirih. “Kenapa pergi secepat ini…” Hujan semakin deras, seolah langit ikut runtuh.
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 772 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

gumamnya yakin permainannya akan mulus. Lucky kembali menatap papanya, pria itu tak kunjung membuka mata. Di banyak kesempatan, akan ada momen atau masa di mana kita merasa tidak ingin kehilangan seseorang. Atau menyesal karena sudah menyia-nyiakan orang itu. Seperti penyesalan dan takut kehilangan. Biasanya perasaan itu baru akan muncul ketika seseorang itu akan pergi dari hidup kita, perpisahan yang sudah di depan mata.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Raga yang letih itu melangkah kaku menuju bak berendam porselen bergaya klasik yang sudah ia penuhi air hangat bertabur kelopak mawar kering. Lusty menenggelamkan diri hingga sebatas leher, membiarkan kehangatan cairan itu mendekap erat tubuhnya yang gemetar hebat menahan gejolak trauma mendalam. Kedua matanya terpejam erat, kelopak mata itu bergetar hebat saat ia berusaha keras menahan desakan air mata yang sedari tadi mendesak ingin tumpah ruah.
10841 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Kekasihku Berengsek

Kekasihku Berengsek

KENANGAN DAN AIR MATA Shaina adalah orang yang sangat baik. Selama seminggu ini dia sering menemani Shinta mengobrol. Itu merupakan hal yang tak dapat Shinta temui lagi dalam hidupnya. Shaina selalu mengunjungi Shinta sehabis pulang bekerja. Membawa makanan untuk dimakan Bersama. Shinta mengalami hari-hari yang begitu menyenangkan Ketika Bersama Shinta. Tak lagi Nampak kenestapaan di wajahnya Ketika mereka Bersama. Saat itu Shinta sedang berada di gerobak reotnya dengan atap yang di tutupi Jerami yang di pilin-pilin menyerupai genting, dan di sisi samping gerobak terdapat tulisan rumah Ketika Shaina datang. Saat itu Shinta tengah mengingat momen-momen dalam hidup yang tak bisa Shinta lupakan
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Yang Ternoda

Yang Ternoda

Namun Zafira sendiri tak mengerti mengapa beberapa hari ini selalu merasa melow, menangis tanpa sebab. “Loh, kok nangis sih? Apa aku menyinggung perasaanmu, Sayang?” tanya Gilang heran ketika merasakan bajunya basah oleh air mata Zafira. “Nggak, Mas.” “Tapi kok nangis?” Gilang makin heran. “Nggak tau, Mas. Maaf ya, aku jadi cengeng gini. Aku juga nggak tau kenapa, tiba-tiba aja pengen nangis.”
1060.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

BARA, HOT DADDY, SWEET HUSBAND

Rintik gerimis mulai turun perlahan, dan beningnya mengingatkan Bara pada titik air di pelupuk mata Nilam. Tatapan mata itu bukan sekedar tatapan mata seorang Ibu yang terkejut, tapi tatapan kemarahan, ketakutan, dan trauma. Seakan ia sudah berkali-kali mengalami hal yang sama. Getar suaranya, air matanya, bahkan derap langkahnya, terus berputar-putar di benak Bara, membuat sesal dan pening menumpuk jadi satu.
8.818.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 520 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Ipar Pergi Saat Kami Tak Punya Uang Lagi

Dia yang sudah aku anggap adik sendiri, mampu berkata seperti ini. Air mata menetes dengan sendirinya, tanpa isakan dan hanya pikiran yang kosong. Aku tidak mampu membalas apalagi menyela, tangan ini kehilangan tenaga seketika. Ponsel di tanganku ini, terlepas tanpa aku sadari. Kok segitunya. ***
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 939 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Matanya basah. Selamat tinggal cinta, selamat tinggal kenangan. Setengah berlari Hellena keluar dari ruangan Aksara. Bahunya berguncang sekuat tenaga, menahan air mata, yang meluncur deras di kedua sudut matanya. Perlahan pintu tertutup, Aksara hanya diam merasakan hatinya yang terasa begitu sunyi. Hellena, sesakit inikah kehilanganmu?
1040.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Tes Setitik air mata jatuh dari kelompok mata Adhim mendengar penuturan Pelita. Laki-laki itu kembali meneteskan air mata yang beberapa waktu lalu sudah jatuh dan dihapusnya tanpa sepengetahuan gadis itu. Namun, air matanya jatuh lagi saat Adhim mendengar bagaimana menderitanya Pelita akibat perbuatannya langsung dari mulut gadis itu sendiri.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai pergilah air mata
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status