My Dearest Cahaya
“Yes, menikah itu termasuk dalam sebuah permainan, Ay. Permainan dua orang yang harus selalu bertahan dan bekerja sama agar bisa naik ke level selanjutnya. Dan tiap level itu, tentulah gak akan mudah untuk dijalani. Semua butuh kerja keras dari kedua belah pihak, agar kita bisa menyingkirkan semua halangan, yang pasti selalu ada dan mencapai goal yang kita inginkan.”
Aya terdiam sejenak mencerna semua baik buruknya.
“I need prenuptial agreement!” cetus Aya pada akhirnya setelah memikirkan semuanya secara kilat.
“Nope!” Yasa menggeleng tidak setuju. “Gak akan ada perjanjian pra-nikah. Karena gak akan ada perceraian. Kamu akan stuck sama aku sampai Tuhan mengambil salah satu dari kita. Kalaupu
الفصول الرائجة