Seorang Ibu juga Bisa Durhaka
Tiga tahun setelah ibu dan ayah bercerai, aku bertemu ibu di Resto Bahari.
Dia sedang makan bersama anak perempuannya, tatapannya tampak agak canggung saat melihatku.
Sebelum pergi, dia membuka kode QR kontak dan menyodorkannya ke depanku.
"Simpan WhatsApp Ibu, nanti Ibu kirim uang. Kamu sama ayahmu makan yang enak, ya."
Aku mendorong kembali ponselnya.
"Nggak usah, Bu Dita."
"Dulu aja Ibu nggak pernah sebaik ini sama aku dan ayah."
Wajah ibu mendadak kaku, alisnya bertaut rapat.
"Kamu kok sama keras kepalanya kayak ayahmu? Kalau kamu ikut Ibu, kamu nggak bakal sampai jadi pelayan gini."
"Kasih tahu ayahmu, kalau dia mau ngaku salah, Ibu bakal bawa kamu hidup enak."
Aku menatapnya dingin tan