Istriku Tua
Demi Fani, aku tidak takut melawan dia.
"Dia itu, Fani, istriku! Emangnya salah, seorang suami ingin memeluk istrinya. Kamu ini siapa? Ayo deh kalau mau duel, aku gak takut." Ku sinsing lengan baju kumalku dan segera memasang kuda-kuda.
"Oke, kalau itu mau kamu."
"Ayo, maju kalau berani!" tantangku dengan menunjukan jurus-jurus ilmu kanuragan yang kumiliki. "Hayyya, hayya, petawww .... "