Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alkisah Bunga Teratai

Alkisah Bunga Teratai

Sayang seribu sayang, tidak ada permen sebagai pereda rasa pedas. “Lagian lo bisa-bisanya makan gitu aja gak pakai nasi. Udah tau pedas banget,” balas Irene yang kemudian menyendok cumi-cumi pedas ke dalam nasi. Dengan satu suapan, hidangan itu masuk ke dalam mulut yang sudah meronta-ronta ingin diberi makan. “Keliatannya enak sih.”
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Dokter Jenius Milik CEO Arogan

Dokter Jenius Milik CEO Arogan

tanya Amber kepada mahasiswa itu dan anak laki-laki itu mengangguk. Kemudian Amber mengambil sebiji permen dari tangannya, lalu berkata, "Ayo kita makan bersama." Dia membuka bungkus permen itu dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Rasanya coklat, tidak semanis versi tupai kecilnya, bahkan memiliki sedikit rasa pahit yang sangat kontras dengan sisa rasanya yang menyegarkan—kombinasi yang tidak biasa.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Dia bergumam, “Apa waktu hamil, selera memang beda sama sekarang? Hmm.” Semakin cemas, dia membujuknya. “Makan dulu, ya. Kalau nggak suka rasa ini, nanti aku beli yang lain. Kamu suka yang mana? Bilang ke aku nanti. Cepatlah!” Di tengah desakan yang terus-menerus, Kayshila akhirnya membuka mulutnya perlahan dan memakan permen itu. Rasa manis mulai menyebar di lidahnya, masuk ke seluruh tubuhnya. Namun, anehnya, dia justru merasakan pahit dari manis ini.
9.6754.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.4K kali sebagai permen pahit
Tampilkan Ulasan (128)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dewi Purnamasari
bagus banget, meskipun cerita nya agar d putar putar kan. tapi mendalami kisah rumit antara kaysilla sama zenith bikin terharu, cuma pas menjelang ending jadi kayak kurang seru . tapi semangat ya para pembaca, happy ending kok meskipun kita selalu ketar ketir dan ikut putus asa...
Baca Semua Ulasan
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Dan yang ini adalah permen asam jahe.” “Permen? Apa dia pikir aku masih anak-anak?” tanya Isvara heran. “Pendeta Agung mengatakan permen ini kesukaan Tuan Putri saat kecil. Menurut Beliau, Putri baru saja melewati banyak peristiwa menegangkan. Jadi, Anda perlu makan yang manis-manis supaya hati kembali tenang." Ratih langsung menahan senyum saat melihat Isvara mengambil satu butir permen. Walau tampak ragu-ragu, Isvara memasukkannya ke dalam mulut.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Suami Dibuang Sayang

Suami Dibuang Sayang

Rasanya sangat pahit walau terasa sedikit manis dalam kepahitannya. Barkah tersenyum dan menatap Pam, “Nak, apakah tehmu terlalu pahit?” Pam berpikir sejenak lalu mengangguk. Walaupun teh yang diminumnya sedikit terasa manis tapi sebenarnya pahit sekali.
8.82.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90.5K kali sebagai permen pahit
Tampilkan Ulasan (474)
Baca
+Pustaka
Rafa Khan
aslinya bagus ceritanya, tapi tambah kesini tambah gak jelas. banyak tokoh baru yang bermunculan, ceritanya jadi bias. yang paling lucu kamatian buah ginseng, marcus yang sudah mati malah dihidupkan lagi sam buah ginseng. cameron sebagai kepala keluarga Fu seperti tidak punya kekuatan apapun. ......
Agus Irawan
Hai teman-teman semuanya, Izin promosi. yuuklah pada mampir ke Novelku. judul" Jebakan Gairah Sekretaris Muda" semoga bisa sedikit menghibur kalian, jangan lupa subscribe, dan baca tanpa skip. terima kasih
Baca Semua Ulasan
Telanjur Cinta

Telanjur Cinta

Permen yang kini berlapis kertas warna perak. "Bir ...." "Ya," sahut Sabiru tanpa menoleh. "Permen nih." Aku mencondongkan badan seraya menyodorkan permen karet cinta. Sabiru menoleh. Pria itu menggeleng. "Aku lagi menghindari makanan manis. Gigiku kayaknya ada yang berlubang soalnya," kilahnya masih fokus mengemudi. "Ambillah, Biru! Permen karet ini bisa sedikit mengurangi stressmu." Aku mencoba membujuk.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Ketika dia mengetahui bahwa itu adalah pil penambah energi qi yang ampuh, dia menelannya tanpa ragu-ragu. "Rasanya pahit sekali!" Lin Xuan mengerutkan kening dan bergumam beberapa kata ketidakpuasan. Mendengar itu, beberapa ahli bela diri yang berada di dekatnya terhuyung-huyung, jelas marah. Ini pil ajaib! Anda bisa memakannya seperti permen, lalu mengeluh rasanya pahit? Itu menjengkelkan! Sekelompok orang itu tampak aneh dan pergi dengan marah.
1012.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Dua Kakak Tiri Yang Posesif

Dua Kakak Tiri Yang Posesif

“Obatnya pahit…” Zavian terdiam beberapa detik sebelum akhirnya membuka salah satu kantong belanja yang tadi dibawanya. Lalu mengeluarkan sesuatu. Permen rasa mint. “Nih.” Seketika mata Naresa langsung berbinar kecil. Naresa dengan cepat meminum semua obatnya satu per satu. Wajahnya langsung mengernyit menahan rasa pahit. Bahkan hampir saja ia muntah.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

“Pahit.” Pelangi hampir tersedak. “Ya ampun, ini pahitnya kayak… niat banget,” gumamnya, membuat suasana sedikit mencair. Lalu giliran Bagas. Baru seteguk, wajahnya langsung berubah. “UGH—!”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Cintai Aku

Cintai Aku

“Pahit.” Danu tersenyum lebar, lalu mengambil satu cherry dari gelasnya. Dengan gerakan cepat, ia menyodorkannya. “Coba makan ini.” Helena sedikit terkejut, tapi ia segera mengambil cherry itu dengan jarinya, memasukannya ke mulut sendiri tanpa banyak bicara. Rasa manisnya menetralkan pahit di lidahnya, meski tetap terasa asing.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai permen pahit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status