Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut
Gawai yang kupegang mau aku sumpelin ke mulutnya Mila, tetapi dia menghindar.
“Ampun! Ampun, Say! Bercanda. Biar enggak cepet tua.” Mila malah melebarkan tawanya.
“Kalo ketemu kamu ‘kan aku cuma guyon saja,” tegasku.
“Ya, iya lah, Say. Kalo tanya urusan agama temui ustazah, bukan aku.” Aku membenarkan pernyataan Mila.
“Iya, nih. Aku mau tanya hukum seputar istri yang ditalak. Kamu tahu sendiri aku enggak pernah mondok. Pemahaman masalah fikihku terbatas. Termasuk masalah ini.”