ENAK, PAK DOSEN!
“Hm. Maka dari itu, lo ikut gue. Beres kan?”
Ara mendengus, menatap Sagara dengan tatapan tidak percaya. “Enak di lo, tapi gak enak di gue! Di agama lo harus ibadah lima kali sehari. Sedangkan gue? Malem Minggu ibadah aja jarang banget. Belum lagi urusan makan, aturan ini-itu. Ribet!”
Lalu, Ara menunduk, suaranya tiba-tiba melirih. “Apalagi ... gue udah kotor gara-gara lo kayak gini, Saga. Apa Tuhan lo mau terima cewek kayak gue?”
Bab Populer