Terjerat Pesona Mama Temanku
Ia memutar gas kembali, motor melesat lagi membelah jalanan malam.
Tak sampai sepuluh menit kemudian, Ahmad memasuki kawasan perumahan elit. Jalanan aspal mulus, lampu taman tertata rapi, rumah-rumah berdiri megah dengan halaman luas. Pagar besi tinggi, cat tembok putih bersih, seolah dunia lain dibandingkan dengan kantor polisi kumuh yang baru ia tinggalkan.
Motor Ahmad melaju perlahan, matanya menelusuri tiap rumah. “Rumahnya Sarah … di sini. Aku yakin di sini,” gumamnya sambil berputar pandangan.