Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua
"Setahu saya, kamu itu baik. Baik banget, apalagi soal menghargai perempuan. Terlihat dari cara kamu memuliakan istri kamu melalui mengabadikan foto di ruang khusus, itu istri kamu kan? Baguslah kalau istri, cuma kalau wanita istri orang baru tuh hehe harus belajar lagi, malu atuh sama namanya. Nama itu senjata, pasti orang tua kamu ini orang hebat, punya ide buat kasih nama sangat memukau.”
Bilik bilik keresahan mulai semakin tertata dalam wajah Zaheer, sedangkan Harsa terus saja berbicara terus-menerus mengenai permasalahan arti nama dan kaitanya dengan pesantren. Harsa menunggu Zaheer keceplosan sehingga ia masih terus berkata mengenai hal tersebut. Yang benar saja ternyata Zaheer terkena
Chapitres populaires