Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed

Dunianya tiba-tiba terasa indah penuh warna pelangi. "Ya Tuhan. Inikah yang disebut dengan keindahan surga?" itulah yang terlintas dalam hatinya, tetapi yang Arpad katakan hanyalah ungkapan sederhana, "Terima kasih. Aku harus pergi sekarang. Jaga dirimu dan janin di dalam kandunganmu baik-baik. Berdoalah untuk kita semua."
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Ikatan Tak Dirindu

Ikatan Tak Dirindu

Berliana dan ibu Safira mendekat dan mencoba menenangkan Safira. “Kak, Allah pasti sangat menyayangi Tiar. Dia pasti akan bahagia. Allah akan menempatkannya di yang paling mulia,” kata Berliana sembari mengusap pundak kakaknya. “Ya, Nak. Dia akan menjadi tabunganmu di surga. Kelak di akhirat, Tiar akan menuntunmu ke surga,” kata Ibu Safira. Safira terus berbicara memanggil-manggil putrinya.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Kamu pernah bertanya tentang rumah. Untuk apa aku menghabiskan tenaga dan pikiranku untuk memikirkan sesuatu yang nyata aku tidak mampu miliki. Sedang, aku pun tidak selamanya hidup. Yang abadi itu, di surga. Dan aku lebih memilih mempersiapkan hunian abadiku di sana.” Air mata Citra mengalir. Tiba-tiba, ada perasaan yang berbeda hadir di relung hatinya. Dia teringat akan dirinya sendiri. Dia teringat, betapa tidak siapnya ia. Jika sewaktu-waktu, Allah memanggilnya kembali. “Inilah dunia Cit. Tempat kita berjuang, tempatnya lelah dalam mencari bekal. Menuju kehidupan yang abadi,” sambung Aara, dengan senyuman.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu untuk Anak Kembar CEO

Menjadi Ibu untuk Anak Kembar CEO

Wajahnya bersih dan ramah. “Kau sudah bangun?” Itu lebih mirip sebuah penegasan dari pada pertanyaan. “Apa kau yang akan menjadi pasanganku di surga ini?” Fay balik bertanya. Bukankah para lajang yang meninggal akan mendapatkan pasangan yang lebih baik di surga? Fay menggerakkan tangannya dan mencoba menyentuh malaikat itu. Tapi tangannya terlalu lemah. Mungkin karena dia baru tiba.
1049.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai pesan dari surga
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
iin indarsari
cerita ny bagus..saya ajaa bacany sampai berulang ulang..saking seneng ..yamg masalahny up date ny agak lama..tp g apa2..karena cerita unik di banding novel2 lain yang pernah saya baca..ini yang paling unik..lucu dan menggemaskan .
Lafiza
Hallo semuaaa ... Haha aku nongol di sini. Maksudnya minta kasih rate sih biar bintangnya nyala. Please kasih ulasan juga. Btw, makasih banyak buat yang udah komen, vote, rate dan kasih ulasan. Buat yang udah baca dan setia nungguin bab demi bab juga, makasih makasih makasih.
Baca Semua Ulasan
Benaran Mantan?

Benaran Mantan?

"Apanya emang? Gue ngomong benar kali Nay, emang harus nikah dulu. Tapi kalau lo emang mau sekarang gue bisa apa? Nolak aja rasanya nggak bisa." "Emang surga duniawi itu apa dan dimana tempatnya?" Terdengar suara kekehan Fano di ujung sana mendengar pertanyaan Naya barusan itu yang begitu polos. "Surga duniawi itu disaat gue dan lo terangsang untuk menyatukan diri dalam beberapa menit hingga menghasilkan sebuah cairan yang akan terbentuk menjadi--"
9.911.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Anak Anak Muda

Anak Anak Muda

Tegasnya sampai Zain membulatkan matanya seperti tahu bulat, “Astagfirullah, nyelekit pisan Kak Git tuh, ihhh parah Naudzubillah Ya Allah” “makanya disyukuri, dan sudah sepantasnya lo banyak berterima kasih kepada-Nya, nggak semua orang bisa ditunjukkin jalan-Nya untuk diingatkan kembali kepada-Nya, nah kalau udah gini, siap-siap lo masuk seleksi penghuni surga sejati”. Dengan ekspresi bangga Zain berkata,
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

Di kejauhan, kicauan burung phoenix terdengar nyaring, suara panjang dan merdu yang bergema seperti nyanyian dewa. Wanita yang menggendong anak itu mengusap matanya. "Tempat ini... seperti surga yang membara," bisiknya, tak sanggup menahan emosi. Xuan Li tersenyum tipis. Bagi mereka yang bisa bertahan, dimensi ini memang surga, tempat di mana api menyucikan segalanya, dan energi spiritual mengalir tanpa henti, murni, tak terkontaminasi dunia luar.
9.860.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Mantanku Datang setelah Suamiku Kembali pada Mantannya

Mantanku Datang setelah Suamiku Kembali pada Mantannya

"Terima kasih atas...." "Tentu saja, InsyaAllah jodoh kamu dunia akhirat." Suara Nafisah-ku. Sebuah senyum ceria dipasangnya saat berbicara. "Kudoakan kamu segera menyusul, bertemu jodohmu dan merasakan kebahagiaan yang sama denganku sehingga hatimu bisa bersih dari rasa iri dan dengki." Sambungnya yang membuat kami yang mendengar ingin sampai melongo. "Iri hati dan dengki itu mempersulit masuk surga, aku gak tega kalau sahabatku ketinggalan di neraka."
29.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 890 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Malam Terlarang Bersama Paman

Malam Terlarang Bersama Paman

tanya Nada. “Apa benar setelah ini kita akan ke sebuah pulau yang indah? Kata Om Adrian, pulau itu bagaikan surga. Apa itu surga Indonesia yang dimaksud di internet?” tanya Deven. Ah, sial! Nada mendesah, dia merasa terjebak dan pasti tidak bisa untuk pulang. Walau besok sudah akhir pekan, tapi tetap saja Nada ingin pulang cepat. Agar dia tidak berlama-lama bersama Adrian.
9.853.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Petani di Peru mengaku mendengar suara dari ladang mereka, anak-anak di Kyoto menggambar simbol spiral di dinding sekolah tanpa tahu artinya, dan seorang perempuan tua di Sudan tiba-tiba mengucap kalimat dalam bahasa yang tak pernah ia pelajari: “Sangkaning rasa kudu hirup dina eling.” (Asal dari rasa harus hidup dalam kesadaran.) Video fenomena ini tersebar di seluruh media sosial. Orang-orang menyebutnya The Awakening Ground. Tapi bagi Larisa dan Arjuna, mereka tahu bahwa itu adalah Pesan dari Tanah. Larisa menatap layar berita yang memuat laporan fenomena itu dari berbagai benua.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai pesan dari surga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status