Dua Sisi
“Kamu tau kan, Mad, selama ini Abahmu sendirian membimbing anak-anak. Untung saja, sekarang ada Samsul yang membantu. Kalo Ndak ada Samsul, Abahmu pasti keteteran ngurusi santri segitu banyaknya.”
Benar apa kata Bu Nyai, sejak pesantren didirikan lima belas tahun lalu oleh Kiyai Husein, pria paruh baya itu benar-benar merintis sendirian. Kala itu usia Ahmad baru delapan tahun, dan masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar. Awalnya, Kiyai Husein yang waktu itu baru mengajak pindah keluarga kecilnya dari Gontor ke Jogja, merasa sangat perihatin melihat kondisi anak-anak di lingkungannya. Terutama anak-anak yatim, salah satunya adalah Samsul. Banyak anak-anak yang tidak bersekolah dan han
Hot Chapters