Tentang Juni Lalu
“Kau kenapa, Nin?”
“Apanya yang kenapa?”
“Ya mana aku tahu, kau terlihat seperti banyak pikiran. Ya meskipun kutahu sih kau hobi menumpuk pikiran, tapi yang ini keliahatan serius sekali.”
Hanin terkekeh, Karsa dan otak ramalannya memang tidak pernah salah. “Aman, aku baik-baik saja.” Hanin berdalih.
“Bohong!”
“Kenapa harus bohong? Semuanya aman, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lagi pula wajar kan kalau manusia sering menumpuk pikiran? Itu manusiawi, Ka.”
Hot Chapters