Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Ini bisa terbilang sudut mati yang sepenuhnya tersembunyi. Fikri meletakkan kantong nilon dan langsung masuk ke dalam ruang miliknya, ia memotong sembilan batang pohon lagi dan menariknya keluar. Sepuluh pohon itu tumbuh subur dan kuat, dari ukuran seperti pergelangan tangan dewasa hingga seukuran mulut mangkuk! Untungnya Fikri bisa keluar dari ruang hanya dengan menggerakkan pikiran, jadi ia tidak perlu bersusah payah. Kalau tidak, dia pasti hanya bisa memandangi pohon-pohon itu dengan tak berdaya!
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 89 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

Akar berwarna hitam pekat, berdenyut pelan, dan merambat naik membentuk pohon tanpa daun— tapi tiap cabangnya seperti jari-jari tangan yang menunjuk arah berbeda. Di tengah-tengah batangnya, ada sebuah lubang menyerupai jantung yang berdetak dengan tempo yang tidak manusiawi. Sang anak melangkah lebih dulu. Namun langkahnya tertahan, bukan oleh rasa takut, melainkan oleh entitas yang bicara lagi. “Pohon ini bukan simbol. Ia adalah tawaran. Setiap cabangnya adalah jalan yang bisa dipilih. Dan setiap jalan…
102.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
PENGENDALI ANGIN PETIR

PENGENDALI ANGIN PETIR

Bayu terkejut bukan main. Ternyata dahan yang tadi menyambar berasal dari sini. Sebuah pohon bergerak sendiri seperti berjalan berkelok-kelok dan berputar menggerakkan dahan dan ranting seolah menjadi tangannya menyerang Bayu. "Beginikah ilmu Menjerat Pikiran yang sudah sangat sempurna?" gumamnya. Bayu melompat ke sana kemari menghindari serangan pohon hidup.
1012.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 446 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
AURORA

AURORA

“Terlalu banyak yang kupikirkan sehingga membuat diriku sendiri merasa bingung.” Dapat kurasakan Jake menatap aneh ke arahku, “Sepertinya kamu memiliki waktu luang hingga bisa membentuk cabang atas pikiranmu sendiri.” Aku tertawa mencemooh begitu mendengarnya, “Aku mudah membuka cabang dalam pikiranku.” Aku menatap Jake dan mengetuk-ngetuk pelipisku sendiri. “Aku termasuk tipe orang yang lebih mudah larut dalam pikiran dan menyukainya.”
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 139 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Setelah Hujan Bulan Desember

Setelah Hujan Bulan Desember

“Saya membaca buku, Bu!’ sahut Alika sambil tersenyum. Bu Guru memuji Alika atas ketekunan membaca buku. “Ada yang bisa memberi contoh lagi tentang berkembang biak?’ tanya Bu Guru lagi. Andi mengancung tangan. ‘‘Silahkan Andi!” perintah Bu Guru. “Seperti pohon pisang . Pohon pisang berkembang biak dengan mengeluarkan tunas, Bu.” “Luar biasa sekali, Andi,” puji Bu Guru. “Ada lagi?’’ tanya Bu Guru lagi. Riko mengangkat tangan yang duduk di deret paling belakang.
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 220 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

“Keenan! Tapi apa alasannya? Kalau dia mau Dhara aman, harusnya dia tidak buat hal negatif!” Tempat sampah adalah rumah yang cocok untuk bunga yang mulai berbau tidak sedap. Langit kembali ke rumah dengan pikiran berkecamuk. ‘Tidak mungkin Anggara. Apa alasan di balik perbuatan konyolnya ini, toh Keenan sama Dhara udah putus!’ “Langit ...,” panggil Dhara yang sedang bergelantungan kecil di ujung jaket Langit. “Siapa yang dateng?”
993 viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

KEMBALINYA RAJA BAJAK LAUT

Dimana apa yang mereka bayangkan tidak sesuai kenyataan, antara percaya dan tidak dipercaya. Ternyata di tempat tersebut ada sebuah bangunan mirip Kastil yang ada di Pulau Bunga (Jepang), dimana di belakangnya ada sebuah Pohon yang sangat besar. Pohon tersebut tumbuh di atas bangunan yang mirip kuil tersebut, dimana akarnya seperti mencengkram bangunan tersebut.
103.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 84 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Ketika Dendam Berbicara

Ketika Dendam Berbicara

"Orang seperti kamu, kenapa bisa suka sama Bu Nadya?" Aku ingin menjelaskan, tetapi begitu membuka mulut, aku langsung terbatuk-batuk karena kepedasan. Cabe itu masuk ke saluran pernapasanku sampai aku tidak bisa bicara sama sekali. Tiba-tiba, pintu ruang rapat diketuk. "Kak Jerry, ada suara apa di dalam?"
7.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 188 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Anak Kembarku dengan Kakak Ipar

Anak Kembarku dengan Kakak Ipar

tanya Bunga sambil menggenggam tangan Arisha yang berada di atas meja. Bunga bisa melihat dengan jelas kalau Arisha sepertinya sedang merasa terguncang atas apa yang baru saja ia lihat. Sebuah buket bunga yang indah tetapi terdapat sesuatu yang mengancam di dalamnya. Siang itu, Arisha lagi dan lagi dibuat merasa terserang rasa panik karena ancaman-ancaman yang berasal dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun, ada sebuah keyakinan pada hati Arisha bila hal ini berhubungan dengan Ilham, dalang di balik semua ancaman yang ia terima selama ini kemungkinan besar adalah Kian, kakak tirinya.
102.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 72 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

"Apa maksudnya, Pak?" "Ketika seseorang mengalami trauma yang sangat berat, pikiran mereka bisa bereaksi dengan cara yang tidak normal. Mereka bisa mulai membuat koneksi yang tidak ada, melihat pola-pola di mana tidak ada pola. Ini disebut dengan trauma-induced psychosis," kata Pak Darto sambil menempatkan tangan di bahu Firman dengan gerakan yang terlihat sangat penuh perhatian.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang pikiran bercabang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status