Di Antara Dua Sujud
“Ya Allah, aku titipkan masa depan yang sama sekali tidak aku ketahui kepadaMu. Aku yakin jika engkau adalah sebaik-baiknya pengatur untukku. Aku hanya hambamu yang lemah. Ya Allah, jadikan hariku yang akan datang lebih indah dari yang aku lalui. Ya Allah, engkau lebih mengetahui apa yang ada di dalam hatiku. Ya Allah, berikan pertolonganMu kepadaku.”
Aku menyimpan kertas itu kembali lalu bergegas ke dapur. Aku membuat sarapan sederhana untuk mas Faizal. Sambil menunggunya, aku membuka ponselku. Rupanya ada pesan dari Ulie. Dia mengatakan kepadaku jika dia dilamar oleh seorang pengusaha kaya raya. Aku cukup bahagia mendengarkannya.
Tapi, ada yang mengejutkan di akhir pesannya. Dia akan menja
Bab Populer