Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Muslihat Cinta Sang Produser

Muslihat Cinta Sang Produser

Robby memberikan penekanan pada pemain untuk lebih fokus pada ekspresi yang di butuhkan, karena shot cover lebih kepada memperlihatkan detail ekspresi yang ingin disampaikan pada penonton. "Udah tahu semua ya? Kalau shot berikut ini saya ingin dapat detail ekspresi kalian, sesuai dengan master shot yang tadi." "Udah mas, nanti kalau ekspresi saya kurang dapat koreksi aja ya mas." Ujar Jovanca Pada bagian ini seluruh pemain bergiliran masuk ke set, karena kebutuhan shotnya hanya untuk mengambil detail ekspresi.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 146 Times as point of view shot
Read
+Library
Hasrat Terpendam Sang Kameramen

Hasrat Terpendam Sang Kameramen

"Konsep? Bukannya saya hanya perlu merekam dari belakang kamera?" "Ah, tentang itu..." Rendra menyeringai. "Kita akan menggunakan gaya POV. Point of View." "P-POV?" tanya Beni, jantungnya mulai berdebar kencang. "Maksudnya?" "Kamu yang akan memegang kamera," jelas Rendra. "Bukan dipasang di tripod. Kamu yang bergerak, mengambil angle dari sudut pandang... lebih personal.” Beni masih terlihat bingung. "Jadi... saya hanya perlu memegang kamera dan mengambil shot dari berbagai angle?"
104.5K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as point of view shot
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Ia menatap sekeliling, lalu berkata, “Kalau kamera terlalu dekat, ekspresi memang jelas, tapi tekstur dinding kayu akan hilang. Padahal aku ingin penonton merasakan ruang ini, bukan hanya wajah tokoh.” Kameramen itu mengangguk paham. “Baik, jadi kita butuh dua shot—satu close-up, satu wide. Wide untuk nuansa, close-up untuk emosi.” “Persis,” sahut Franz. “Nanti tinggal kita atur blocking pemain supaya transisi antar-shot terasa natural.”
1011.6K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as point of view shot
Read
+Library
Lady Bug

Lady Bug

Di kafe yang sama, pada jam yang sama, dan dengan tingkat kekerasan yang sama. Anjas tak main-main ketika sudah serius. Dia menggebrak meja, hingga membuat pelanggan menoleh. "Becus dikit dong! Kalau pakai point of view satu, kamu menjadi tokoh yang kamu tulis. Kenapa dia bisa tau kejadian yang dia sendiri tak berada di sana, hah?" Dan jangan panggil Vivi jika menerima ditindas begitu saja. "Kakak gimana sih, ya kan POV satunya serba tahu."
9.713.6K viewsCompletedAdded to Library 326 Times as point of view shot
Show Reviews (58)
Read
+Library
WarmIceBoy
Terima kasih yang sudah mau membaca, semoga kalian betah. Saya akan berusaha update cepat dan meminimalis typo. Maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga novel ini bisa menghibur. Tinggalkan saran, kritik, masukan, dan review kalian, ya. jika iklas bisa memberi diamon :) Selamat membaca~
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status