Takdir Tara
Ini tidak seberapa dengan apa yang pernah ia korbankan.
Burung berkicau merdu, pagi itu matahari menampakkan wajahnya, menghantarkan sinarnya yang hangat ke penduduk bumi. Saat itu, Tara sudah terbangun. Ia duduk di atas brankar dan melamun. Makanan yang berada di depannya tidak disentuh sedikit pun, hanya dilihat saja. "Tara, ayo dimakan, Nak, nanti kamu akan semakin sakit," ujar Bu Ainun berusaha membujuk Tara.
"Biarkan saja, Bu Ai. Aku tidak nafsu makan," jawab Tara dengan suara lesu. Masih ada kesedihan yang mendalam dalam hatinya.
Hot Chapters