Yang Tersisa Setelah Segalanya Usai
“Kamu yang baik-baik, ya, jangan lupa makan. Jangan tunggu aku pulang, oke?”
Suaranya terdengar dalam dan lembut, penuh perhatian seperti biasa.
Terdengar samar denting gelas dari latar belakang.
Karina menggigit bibirnya kuat-kuat hingga terasa darah di mulut, agar suaranya tetap terdengar tenang.
“Ya ... baiklah.”