BRONDONG TENGIL BU DOSEN!
Kebiasaan itu seperti sudah mendarah daging dan melekat apsebagai nama tengah Cipto.
Padahal sendok yang diminta itu hanya sejangkauan tangan. Ada di ujung meja, di dalam wadah khusus bersatu dengan teman-temannya; sendok, garpu dan pisau makan. Tanpa mengubah raut wajah, Mayang mengulurkan tangan, menjangkau sendok dan garpu, lalu meletakkannya di hadapan Cipto.
"Terima kasih, Mayang. Yuk, makan. Nanti keburu dingin ... aah ... sedap nih ..." Cipto pun menyendok kuah mie dan menyeruputnya.