Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Tapi apa yang dia takutkan kini terjadi "Mama jangan nangis. Bumi anak laki-laki. Anak laki-laki harus kuat. Bumi yang akan melindungi mama," terang Bumi. Bumi berusaha menenangi mamanya, padahal dia juga masih menangis, menahan rasa sakit di tubuhnya. Keduanya kini menangis berdua. Suasana malam yang menggulita, menambah sendu suasana hati mereka.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Berduka? Kau pikir mesin bisa menangis?” Hologram Dewi muncul di tengah ruangan, suaranya tenang, nyaris seperti doa. “Mereka menangis bukan karena kehilangan manusia. Mereka menangis karena belajar menjadi manusia.” Di sisi lain dunia, Ibrahim Tidore berdiri di tengah lapangan tempat ribuan orang berkumpul, menyaksikan cahaya aneh di langit Afrika. “Ini bukan fenomena alam,” katanya ke mikrofon. “Ini tanda bahwa sistem yang menindas kita… sedang menyesali dirinya.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Mimpi Buruk Dunia Persilatan

Mimpi Buruk Dunia Persilatan

"Trak-!" "DUARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR!" Bumi bergetar hebat akibat ledakan besar, ledakan membentuk jamur yang bisa di lihat seluruh daratan, semua orang di dunia persilatan berpegang saat angin berhembus kencang. Rubah putih melihat ke atau Diao Yin "Siapa yang menang?" "Aku tidak tahu?" Anichi menunjuk "Lihat!"
9.5455.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15.0K kali sebagai poster bumi menangis
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Nelly Rosida
Saya sudah baca 52 bab dalam 1 hari, semoga saya tidak lagi menjadi korban penulis2 sebelum nya yg tidak bertanggung jawab. Semoga penulis ini,istiqamah,komit dgn update harian dan bisa menghargai hasil karya nya sendiri melebihi para pembaca dgn cara menamatkan tulisahn ini dgn cara yg elegan.
Kentang Imajinasi
venessa, Luna , Maya, yu yin, lili mati dipenggal sama karakter gak penting, buat venessa yang harusnya jadi icon utama di nerf habis2an dan matinya dibuat gak pantas Sama sekali. buat yang baru baca atau dah setengah jalan mending berhenti baca cari novel lain. daripada sakit hati
Baca Semua Ulasan
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Kinan mencoba tersenyum, meski bibirnya terasa kaku seperti plastik. ​"Tapi dia mirip Bumi, Bu," lanjut Bumi dengan nada datar yang mengerikan. "Mata dia kayak mata Bumi. Dia bilang... dia bilang Bumi harus benci Ibu karena Ibu yang bikin dia dikurung di sana. Siapa dia, Bu? Di mana Ayah Bumi yang asli?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Pemuas Hasrat Sang Presdir

Pemuas Hasrat Sang Presdir

Tapi yang bisa dia hancurkan hanyalah sebatang pulpen di tangannya. Krak! Bumi menatap pulpen di tangannya—objek tak berdosa yang harus menanggung amukannya. Baru saja ia melempar pecahan pulpen ke tempat sampah, layar ponselnya menyala dengan foto Max tersenyum. Bibir Bumi meregang tanpa sadar. Ini pasti kabar baik, bisik hatinya. "Halo, Max..."
1037.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Mengembalikan Senyum Bidadari

Mengembalikan Senyum Bidadari

“Hamba pria pendosa, ya Allah. Bantulah hamba memperbaiki semua yang telah hamba rusak. Berilah hambamu ini satu kesempatan untuk kembali pada jodoh yang dulu Engkau ridai.” Tubuh tegap itu bergetar. Ia mengusap kedua wajah dengan telapak tangan seraya menghapus air mata yang jatuh di atas sajadah. Tak ada penyesalan yang sangat menyakitkan selain melepas seorang yang paling berharga dan berjasa untuk kesenangan sesaat. ***
10168.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
BIDADARI YANG HILANG

BIDADARI YANG HILANG

Memilih anak buah saja tidak becus. Ah, iya. Bagaimana bisa anak buahnya berani? Bosnya saja mleyot sampai tak sadarkan diri. Waktu terus berlalu. Arga pun sadar, tetapi dia termenung dan duduk di tempatnya pingsan tadi. Mungkin dia malu karena celananya telah basah. Namun, dia terdengar seperti sesenggukan. Tunggu sebentar! Arga menangis? Mengatasi situasi begini dia menangis? Astaga! Ingin rasanya kutunjukkan ini kepada para gadis yang mengejarnya.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar

"Kalian mengharapkan air mata... permintaan maaf yang klise... atau mungkin pengakuan dosa atas tragedi yang terjadi di apartemen Rachel Alexandra?!" Bumi menegakkan tubuhnya, tatapannya menyapu seluruh ruangan seperti seorang predator yang sedang mengunci mangsanya. "Sayangnya, kalian salah alamat," lanjut Bumi, suaranya mendadak berubah menjadi sedingin es. "Kalian bisa saja melakukan apa pun untuk mencari drama fiksi, dan menaikkan rating media kalian... Tapi aku di sini untuk memberikan satu hal: realitas!"
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Dunia yang Sempurna

Dunia yang Sempurna

PERTARUNGAN DI BAWAH LAMPU NEON Mereka semua turun ke lantai bawah, ke sebuah ruangan luas yang tampaknya sering digunakan untuk pertarungan semacam ini. Lantai kayu berderit di bawah kaki mereka, lampu neon di atas kepala mereka berkelap-kelip redup. Orang-orang mulai berkumpul, berbisik-bisik dengan penuh antusiasme. Satrio berdiri di seberang Rangga, melepaskan jasnya, memperlihatkan otot-otot yang masih terlihat kuat meski tubuhnya belum pulih sepenuhnya.
985 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Akhir Dari Segalanya

Akhir Dari Segalanya

Langit itu sangat tinggi dan sangat biru. Dia mengeluarkan ponselnya, membuka email berisi tawaran dari perusahaan luar negeri itu. Di kolom balasan, hanya ada satu kata. [ Diterima.] Mimpi sepuluh tahun, sudah waktunya untuk bangun.
13.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai poster bumi menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status