Ide Gila Bapak!
Bibi berucap, sembari mendekat pada ranjang Ibu yang masih menatap sendu.
Seakan banyak beban yang ingin dia bicarakan, namun, seakan sengaja dikunci. Aku tahu ini sangatlah berat, kalau itu yang aku alami lebih baik mati saja!
"Alhamdulilah, Bi. Emir juga nggak sangka," ujarnya, terus menggenggam jari-jemari Ibu. Sesayang itu dia.
Siapa yang sangka? Setelah Ibu mengalami banyak robekan di area tertentu, usai pelecehan yang bukan dilakukan hanya satu orang. Betul-betul tidak manusiawi!
Hot Chapters