Sang Penakluk
Mata suaminya terlihat berkaca-kaca.
“Duduk, Ndi. Aku pengen bicara,” pinta Alden. Indira mengikuti tuntunan suaminya dan keduanya duduk di ruang tunggu yang paling ujung.
“Tantri hamil dan mengalami pendarahan, syukurlah bayinya baik-baik aja,” tutur Alden dengan wajah menunduk.
“Ya, mama kasih tahu tadi. Al, jangan berbelit-belit. Ada apa sebenarnya?” Indira mulai gelisah. Alden menelan ludah dengan wajah kian pias.